JawaPos Radar | Iklan Jitu

Baru Lion Air yang Akan Kenakan Biaya Bagasi

12 Januari 2019, 17:16:13 WIB
Baru Lion Air yang Akan Kenakan Biaya Bagasi
Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso (Bobi/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Heboh rencana maskapai Lion Air yang akan memasang tarif bagasi penumpang belakangan juga diikuti oleh maskapai Citilink. Bahkan maskapai Citilink diwacanakan akan menerapkan kebijakan tersebut lebih cepat dari rencana Lion Air.

Terkait dengan kabar tersebut, Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso menjelaskan, sejauh ini baru maskapai Lion Air yang sudah hampir pasti menerapkan kebijakan bagasi berbayar tersebut. Sementara maskapai Cilitilink diakui Suwarso belum memastikan apakah akan menerapkan hal serupa.

"Informasi sampai hari ini (Sabtu (12/1) hanya Lion Air yang rencananya menerapkan mulai 16 Desember nanti, yang lain belum ada kepastian," kata Suwarso ketika ditemui di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, di Kecamatan Nongsa, Batam, pada Sabtu (12/1).

Terkait dengan penerapan kebijakan tersebut, lanjut Suwarso, tidak ada kaitan dengan sistem yang ada di Bandara. Namun demikian, atas wacana tersebut memang ada instruksi dari Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Udara Kemeterian Perhubungan, untuk melakukan pemantauan penerapan kebijakan tersebut. Untuk memastikan layanan kepada masyarakat di semua bandara berjalan seperti biasa.

Sementara itu, efek dari kebijakan yang penerapannya belum dilakukan ini terhadap Bandara Internasional Hang Nadim, memang sudah mulai terlihat. Porter bandara dan kliping bagasi mulai mengalami penurunan. Hal yang sama juga dirasakan oleh kios oleh-oleh yang ada di bandara dengan lintasan terpanjang di Asean ini.

"Kebijakan ini efeknya banyak, tidak hanya pada penumpang pesawat saja, yang lain juga merasakan," kata Suwarso lagi.

Lebih jauh, Suwarso menjelaskan bahwa adanya petisi yang menyoal kebijakan tersebut, menjadi indikasi kuat bahwa kebijakan tersebut perlu dipertimbangkan lagi. Karena banyak sektor yang terdampak karenanya.

Editor           : Yusuf Asyari
Reporter      : Bobi Bani

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini