JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bentrok Berdarah Empat Lawang Diduga Akibat Panwas yang Tidak Netral

13 Juni 2018, 09:49:17 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bentrok Empat Lawang
Kondisi tempat kejadian perkara bentrok antar timses dua paslon Bupati Empat Lawang, Selasa (12/6) sore. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com – Pihak kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab utama bentrok berdarah antara dua pendukung paslon bupati yang telah merenggut seorang korban jiwa dan tiga lainnya kritis akibat luka tembak.

Dari hasil penyelidikan sementara, bentrok berdarah diduga disebabkan ketidaknetralan Panitia Pengawas (Panwas) setempat.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengaku telah memonitor adanya panwas tidak netral. Hal itu pun sudah disampaikan kepada Bawaslu Provinsi untuk segera ditindaklanjuti agar tidak semakin berkembang.

Bentrok Empat Lawang
Seorang pendukung diketahui menjadi korban dari insiden berdarah tersebut. (Istimewa)

“Jika memang betul ditemukan, maka kami berharap Bawaslu segera mengambil alih saja tugas ini dan segera menonaktifkan panwas yang tidak netral,” katanya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (13/6).

Sikap netralitas penyelenggara sangatlah penting. Karena ini menjadi salah satu pemicu terjadinya bentrok hingga menyebabkan satu nyawa melayang dan tiga orang kritis akibat tembakan senjata. Karena itu, saat ini ketidaknetralan ini sedang diselidiki.

Ia juga sudah memerintahkan Kapolres Empat Lawang untuk memburu tersangka penembakan ini. Dirinya menduga pelaku penembakan ini merupakan salah satu timses dari paslon nomor urut 1 karena korbannya yaitu timses paslon nomor urut 2.

“Serahkan saja kasus ini kepada pihak kepolisian. Kami minta pelaku segera menyerahkan diri, karena jika tidak akan kami cari kemana pun sampai ke liang kubur,” tegasnya.

Untuk diketahui, Polda Sumsel akan menerjunkan empat peleton untuk mengamankan situasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Empat Lawang. Penjagaan meliputi di Kantor KPU Empat Lawang serta di Kantor Panwaslu Empat Lawang agar kondisi ini tidak semakin berkembang dan semakin parah.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up