JawaPos Radar | Iklan Jitu

Baru 2 Tersangka, Peserta Pesta Seks di Jogja Sudah Saling Kenal

14 Desember 2018, 16:24:54 WIB
Pesta Seks
ILUSTRASI: Jajaran Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) melakukan penggerebekan pesta seks di sebuah homestay di Kelurahan Condongcatur, Sleman, DIJ. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Pesta seks yang dilakukan di sebuah homestay yang ada di Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIJ, pada Selasa (11/12) lalu diketahui sudah saling kenal. Mereka dalam sebuah komunitas di Grup WhatsApp.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda DIJ, AKBP Yulianto di Mapolda DIJ, Jumat (14/12). "Mereka sudah saling kenal. Satu komunitas di grup WhatsApp," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, sementara ini baru ada 2 tersangka. Mereka berinisial AS dan HK. Keduanya berperan sebagai penyelenggara dari acara mesum tersebut. Lanjutnya, untuk penonton maupun perempuan dan laki-laki yang memperagakan persetubuhan itu saat ini masih dalam pemeriksaan.

Kalaupun bukti dan saksi dirasa cukup, bisa jadi statusnya dinaikkan menjadi tersangka. "Yang menonton masih berkembang penyelidikannya. Kalau memang hasil pemeriksaan cukup bukti, bisa jadi tersangka. Perlu hasil pemeriksaan dan alat buktinya," katanya.

Direktur Ditreskrimum Polda DIJ, Kombes Pol Hadi Utomo menambahkan, 2 tersangka ini juga belum ditahan. "Belum, belum ditahan. Untuk yang menonton juga masih dalam proses pemeriksaan," kata dia.

Hadi tak mengungkapkan alasan mereka tertarik untuk menonton adegan hubungan badan itu. Sebab, hal-hal tersebut sudah masuk dalam materi penyelidikan. "Kalau direkam atau tidak (adegan itu), belum tahu," ucapnya.

Untuk diketahui, 12 orang diamankan oleh petugas dari Polda DIJ pada Selasa (11/12) malam di sebuah homestay yang ada di Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIJ. Ketika digerebek, mereka sedang melakukan pesta seks.

Ada 1 pasangan yang berhubungan badan, kemudian 5 pasangan lain melihatnya. Dalam penggerebekan itu, diamankan barang bukti, seperti botol minuman keras, sejumlah uang, alat kontrasepsi, dan handphone.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini