JawaPos Radar

Sekolah di STTSI, Belajar Sebulan Bisa Langsung Kerja

15/08/2018, 01:00 WIB | Editor: Budi Warsito
Sekolah di STTSI, Belajar Sebulan Bisa Langsung Kerja
Siswa STTSI yang sedang belajar mengoprek ponsel pelbagai merk. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sejak awal Agustus 2018, di Surabaya berdiri Sekolah Teknisi Telepon Seluler Indonesia (STTSI). Sekolah yang digagas oleh lembaga pelatihan kerja ini, berada di Jalan Manyar Kertoarjo V nomer 2, Gubeng, Surabaya.

Sekolah di bawah naungan PT GSM Netindo ini, diklaim sebagai sekolah teknisi telepon seluler pertama di tanah air. Hal itu diungkapkan oleh
Direktur PT GSM Netindo, Deddy Suryadi.

"Secara kelembagaan, STTSI ini dibawah naungan PT GSM Netindo. Terbentuk atas kerjasama dua lembaga pelatihan kerja lainnya. Yakni, Micromedia dan PTC Indonesia," kata Deddy ditemui JawaPos.com, Selasa (14/8).

Deddy menjelaskan, tidak ada persyaratan khusus bagi calon siswa jika ingin belajar di sekolah ini. Calon siswa hanya perlu memastikan usianya antara 14 hingga 65 tahun.

Selain usia, calon siswa juga wajib merogoh kocek sebesar Rp 3,5 juta sebagai biaya sekolah. Biaya itu, sudah termasuk modul (buku pelajaran teknisi ponsel) dan mess atau tempat tinggal sementara bagi siswa luar kota.

Selain itu, ada juga sertifikat keprofesian yang dikeluarkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan free data service sebesar 7,2 TB.
"Saat ini, baru ada 12 orang siswa yang belajar. Mereka dari berbagai kalangan. Siswa SMK, pekerja swasta, hingga orang tua," jelas Deddy.

Mereka adalah siswa pertama di STTSI. Selanjutnya kata Deddy, pihaknya akan membuka kelas baru untuk para calon siswa yang baru. "Bulan depan kami buka kelas untuk maksimal 20 siswa," kata Deddy.

Terkait proses belajarnya, Deddy mengatakan, masa pendidikannya hanya berlangsung selama sebulan saja. Konsep pembelajaran yang dilakukan yakni, 70 persen praktek dan sisanya berupa materi.

Di sekolah tersebut, para siswa akan diajari oleh empat instruktur profesional. Para instruktur akan membimbing para siswa dari awal hingga akhir masa belajar.

Selama itu, siswa STTSI akan mendapat semua ilmu dasar dan ketrampilan memperbaiki ponsel. Antara lain, ilmu dasar komputer, elektronika dan pelbagai skill mengoprek jeroan ponsel.

Ada juga tambahan pengetahuan dan pembelajaran terkait teknologi ponsel dari pelbagai merk. Hanya saja, semua bahan praktek dan peralatan hanya digunakan sebagai alat belajar.

"Jelas enggak mungkin kami pakai ponselnya konsumen buat belajar. Bisa marah nanti konsumennya," kata Deddy lalu tertawa.

Setelah lulus lanjut Deddy, para siswa dapat memilih untuk langsung kerja, magang, atau bahkan membuka usaha sendiri. Namun, lulusan STTSI juga dapat memperdalam ilmu selama maksimal 2 bulan tanpa dipungut biaya.

"Biasanya langsung buka usaha sendiri. Tapi ada juga yang kerja ikut orang dahulu karena butuh modal usaha," katanya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up