JawaPos Radar | Iklan Jitu

Polisi Selidiki Motif di Balik Penemuan Puluhan BPKB dan Sertifikat

19 November 2018, 19:41:12 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penemuan Surat Berharga
SURAT BERHARGA: Saat ditemukan, dokumen berharga tersebut dalam kondisi basah. Dokumen tersebut berserakan di beberapa lokasi ada yang di pinggir sungai dan sebagian di bibir sungai. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Jajaran Polres Sragen masih melakukan penyelidikan terkait kasus penemuan puluhan BPKB dan sertifikat di bawah jembatan Lemahbang, Dukuh Kenatan RT 07, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah (Jateng) Minggu (18/11). Polisi belum bisa memastikan motif di balik penemuan dokumen berharga tersebut.

Saat ini, polisi tengah menelusuri keabsahan dari BPKB dan sertifikat yang ditemukan oleh seorang warga Sragen, Sarmanto itu. 

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman menguraikan, selain mencari data di Samsat Sragen terkait BPKB, pihaknya juga menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sragen. "Kami ingin memastikan keabsahan surat-surat itu terlebih dahulu. Baru setelah dipastikan keasliannya kami tingkatkan pada yang lain," terangnya kepada JawaPos.com, Senin (19/11).

Penemuan Surat Berharga
Saat ini, polisi tengah menelusuri keabsahan dari BPKB dan sertifikat yang ditemukan oleh seorang warga Sragen, Sarmanto itu. (Istimewa)

Arif menambahkan, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai motif di balik penemuan puluhan BPKB dan sertifikat tersebut. Hal itu baru akan diketahui setelah proses penyelidikan guna memastikan keaslian dan mendapati data-data yang diperlukan. Sehingga, pihaknya pun tidak bisa berkomentar banyak mengenai kasus itu. "Jangan kesitu dulu (motif), kami pastikan dulu keaslian dari dokumen-dokumen itu," terangnya. 

Dari data yang didapatkan polisi diketahui bahwa BPKB yang ditemukan Sarmanto merupakan BPKB kendaraan tahun lama. Dan yang paling terbaru adalah kendaraan tahun 2014. Selain itu, BPKB kisaran tahun 1990an. Untuk penelusuran ini, Arif mengatakan, bahwa ada beberapa dokumen yang sudah luntur. Hal ini membuat petugas kesulitan mengetahui data yang ada di dalamnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up