JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sependapat dengan Ahok, Anies Mundurkan Jadwal Bus Jemputan PNS

19 November 2018, 16:52:27 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Sependapat dengan Ahok, Anies Mundurkan Jadwal Bus Jemputan PNS
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundurkan jadwal bus jemputan PNS (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Jika sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selalu berbeda pandangan terkait kebijakan pendahulunya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kali ini justru satu pemikiran. Kebijakan itu yakni terkait bus jemputan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Para PNS pun kini harus menelan kekecewaan atas kebijakan terbaru Anies terkait bus pegawai. Pasalnya, mulai hari ini bus akan menjemput mulai pukul 19.00 WIB, yang sebelumnya pukul 16.00 WIB.

Anies melihat cepatnya jam penjemputan, membuat para pegawai buru-buru pulang lebih awal. Sehingga, Anies ingin mengubah pola perilaku para pegawainya.

"Catatan kami, karyawan yang menggunakan bus itu selalu pulang jam 16.00 sore. Kalau sudah mau jam 16.00 sore, mereka akan cepat-cepat pulang," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (19/11).

Sebagai informasi, Anies menyampaikan ada sekitar 1.900 pegawai yang aktif menggunakan jasa bus yang disediakan Pemprov DKI Jakarta. Namun, hal tersebut nyatanya tidak membuat Anies puas dan mengubah kebiasaan dengan memundurkan jam jemput pegawai.

Anies bahkan menyadari pegawai Pemprov DKI Jakarta kerap kali bersiap-siap sebelum pukul 16.00 WIB dan langsung pergi ke mesin finger print untuk absensi. Setelah itu, mengejar bus pegawai yang memang dijadwalkan berangkat pukul 16.00 WIB.

"Jadi mulai hari ini dipindahkan bus-bus itu berangkatnya jam 7 malam. Bagi mereka yang mau pulang sebelum jam 7 malam, bisa pakai kendaraan umum seperti yang lainnya," tegasnya.

Sementara, pengambilan keputusan ini diambil Anies karena menerima keluhan dari para atasan pegawai yang selalu terburu-buru pulang. Ia berharap agar ke depannya para pegawai dapat bekerja lebih keras dibanding hari biasanya.

"Kondisi itu bukan satu sikap kerja yang baik. Kasihan yang kerja keras, yang kerjanya tambah malah justru tertinggal. Sekarang biarkan yang kerjanya tambah dapat fasilitas," tegasnya.

Pengumuman tersebut ditandatangani Sekda DKI Saefullah, terhitung 19 November sampai 30 November, jam operasional bus dari Balai Kota pukul 19.00. Sedangkan, mulai 3 Desember 2018 dan seterusnya, bus karyawan baru bisa keluar dari Balai Kota pada pukul 20.00.

Sebelumnya, saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok juga pernah membuat kebijakan terkait bus jemputan ini. Tak tanggung-tanggung Ahok bahkan akan menghapus bus jemputan ini.

Namun akhirnya, Ahok hanya memundurkan jam penjemputan dari sebelumnya pukul 16.00 WIB menjadi pukul 17.00 WIB. Sama seperti Anies, saat itu Ahok melihat bus jemputan ini membuat PNS ingin cepat-cepat pulang.

Menurut Ahok, seperti dilansir dari JPNN (Jawa Pos Group) PNS kebanyakan sudah bersiap-siap dan ngantri absen pulang pada 15.30 WIB. Sebab, bus jemputan berangkat pada pukul 16.00 WIB.

"Jadi selalu alasan tidak mau kerja lagi karena busnya akan berangkat," ucap mantan Bupati Belitung Timur itu, 22 Januari 2016.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up