JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pembunuhan Sadis Mayat di Dalam Drum karena Dendam Pribadi?

20 November 2018, 12:15:46 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Pembunuhan Sadis Mayat di Dalam Drum karena Dendam Pribadi?
Mayat laki-laki dalam drum biru dibawa tim Inafis Polri (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Kasus pembunuhan kian sadis. Pasalnya, belum lama kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, kini Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi menjadi korban pembunuhan di Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat.

Mayat Dufi ditemukan oleh seorang pemulung di kawasan Klapanunggal, Bogor, di dalam sebuah tong berwarna biru pada Minggu (18/11).

Menanggapi hal tersebut, pakar kriminologi dari Universitas Indonesia Yogo Tri Hendiarto mengatakan, mayat yang dibunuh dan dimasukkan ke dalam drum bukan hal yang pertama. Karena pelaku bertujuan untuk menghilangkan jejak.

Pembunuhan Sadis Mayat di Dalam Drum karena Dendam Pribadi?
infografis pembunuhan sadis (kokoh praba / jawapos.com)

"Tergantung dari tujuan pembunuhannya. Jadi alasan penempatan mayat, target sasaran pertamanya ada yang sangat rapi," kata Yogo saat dihubungi JawaPos.com Selasa (20/11).

Dalam kasus ini, Yogo menjelaskan, dengan memasukkan jenazah Dufi ke dalam drum, dianggap pelaku dapat menyembunyikan mayat. "Jadi drum juga sebagai alat untuk menghilangkan bukti. Tapi tidak terlalu aman untuk pelakunya," jelasnya

Yogo juga menuturkan, dugaan dari kasus pembunuhan sadis Dufi bersifat ekspresif. Dirinya menduga jika ada keterkaitan antara pelaku dengan korban.

"Bukan alasan karena ingin mendapatkan harta. Sudah saling mengenal, mungkin ada alasan penguat di balik antara korban dengan pelaku," tutur Yogo.

Ia juga menambahkan, dugaannya terhadap pelaku sempat mendapatkan perlakuan yang tidak nyaman dari korban dapat menjadi faktor pemicu pembunuhan bersifat ekspresif.

"Alasan yang sifatnya sangat interpersonal, sangat pribadi. Berkaitan dengan harga diri, atau perasaan yang dimunculkan antara relasi korban dengan pelaku," imbuhnya.

(ce1/dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up