
Lokasi proyek tol layang Jakarta Cikampek dan ditambah dengan adanya pekerjaan LRT di kawasan Bekasi.
JawaPos.com - Proyek tol layang Cikampek di ruas Bekasi mengkhawatirkan. Sebab pengendara yang melintas di lokasi rawan tertimpa material bangunan. Selain itu, sisi keselamatan juga sangat rawan karena tidak ada pengamanan dari petugas terutama pada malam hari.
Menurut Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Nirwono Joga, selama ini banyak pekerjaan infrastruktur di ibu kota atau wilayah Jabodetabek mengabaikan penyelenggaraan keselamatan keamanan kerja (K3) bagi pekerja maupun warga sekitar. "Ini sering terjadi. Tidak hanya pada pekerjaan tol layang Cikampek. Proyek lain juga demikian," ujar Nirwono Joga kepada JawaPos.com, Senin (25/3).
Atas kondisi itu, warga atau pengendara yang melintas di lokasi proyek itu harus meningkatkan kehati-hatiannya.
Kondisi proyek demikian tidak memberikan jaminan keselamatan, apalagi tanggung jawab ganti rugi. Tidak adanya tanggung jawab kepada pengendara yang tertimpa musibah akibat pembangunan konstruksi tersebut karena sanksi yang tidak tegas.
"Sanksi tegas dari pemerintah terhadap kontraktor yang lalai atau abai terhadap K3 proyek masih rendah," imbuhnya
Lebih jauh dikatakan Nirwono, bagi pelaksana proyek yang mengakibatkan korban dan kerugian material dapat dikenakan sanksi berdasar pada UU nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
"Karena ini terkait pekerjaan konstruksi jalan tol layang akan lebih tepat dikenakan sanksinya berdasarkan UU Jasa Konstruksi," ujar pemerhati keselamatan kota itu.
Di tempat lain, Nunung, 31, salah seorang warga mengaku tertimpa adukan semen proyek tol layang di Bekasi. Mobil yang ditumpangi kejatuhan adukan semen sehingga mengganggu perjalanannya. "Kaca depan mobil saya tertutup sebagian oleh adukan itu. Saya nyaris kehilangan konsentrasi, nyaris mengalami kecelakaan," akunya.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, proyek tol layang di ruas Bekasi memakan sebagian lajur. Akibatnya jalan bebas hambatan itu mengalamai bottleneck (penyempitan). Pada malam hari ruas jalan di lokasi proyek itu makin menyempit karena petugas memasang traffic cone. Sayangnya traffic cone itu tidak dilengkapi penerangan. Hal itu sangat rawan tertabrak oleh pengendara. Sementara tidak ada petugas yang memberi tahu atau memberi peringatan kepada pengendara agar menurunkan kecepatan.
"Mestinya ada petugas yang memegang lampu kecil seperti tongkat itu agar pengendara lebih memilih lajur lain atau mengurangi kecepatannya," ujar ibu dua orang anak itu.
Dia tidak bisa membayangkan kondisi itu terjadi pada hari sibuk. Sebab dia tertimpa material adukan semen itu terjadi malam hari akhir pekan. "Kalau siang hari volume kendaraan sangat tinggi. Jika ini tidak diperhatikan bisa membahayakan pengendara," ujarnya yang sangat menyesali buruknya manajemen keselamatan kerja di lokasi proyek tol layang Cikampek tersebut.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
