
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Abu Rokhmad. (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Kemenag bersyukur penyedian lahan untuk pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sudah tuntas. Sekarang civitas UIII diminta fokus meningkatkan kualitas. Sehingga bisa menjadi kampus internasional dan bereputasi global.
Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag melaporkan telah merampungkan tahap akhir pembayaran santunan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) atas Proyek Strategis Nasional (PSN) UIII. Pembayaran santunan digelar mulai Senin (6/1) lalu di Gedung Rektorat UIII. Pada tahap akhir itu, total dana santunan sejumlah Rp 128,5 miliar telah diserahkan pemerintah kepada warga penggarap 689 bidang lahan.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, kampus UIII telah berdiri di atas lahan seluas 142,5 hektare dengan status lahan sepenuhnya tanpa kendala. Berbagai fasilitas yang telah dibangun menjadikan UIII sebagai destinasi belajar bagi mahasiswa internasional. Dia mendorong seluruh pimpinan UIII terus berinovasi untuk melengkapi seluruh fasilitas pembelajaran yang lengkap dan modern.
"Kini saatnya UIII menunaikan janji dan cita-cita para pendirinya, secara akademik, UIII harus berkualitas, unggul dan berdaya saing global," kata Abu kemarin (9/1). Berdaya saing global baik secara tata kelola, bisnis, maupun keungan. Selain itu UIII harus mampu mewujudkan diri sebagai PTN Badan Hukum yang berkelas, berintegritas, dan mandiri.
Caranya, melalui kerja-kerja akademik yang serius dan berkelanjutan. Abu menegaskan kampus UIII harus lebih berprestasi, rekognisi dapat diraih dan reputasinya diakui dunia.
Abu juga mengapresiasi kinerja Tim Terpadu Pembangunan UIII dalam pengurusan lahan yang dilakukan sejak 2018 lalu. Dengan rampungnya pembayaran uang santunan tahap akhir, harapan bangsa Indonesia memiliki kampus kebanggaan yang menjadi ikon studi Islam bertaraf internasional dapat terwujud.
"Sehingga pembangunan UIII berjalan dengan lancar dan kondusif. UIII kini berdiri dengan megah dan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena telah menjadi ikon studi Islam bertaraf internasional," kata Abu.
Menurut dia, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras Tim yang terdiri dari Kementerian Agama, UIII, Pemprov Jawa Barat, Pemkot Depok, Satpol PP, TNI, Polri, Kecamatan Sukmajaya, dan Kelurahan Cisalak.
Mereka selalu sigap dalam mendampingi warga mejalani setiap proses dan tahapan dalam upaya pemenuhan lahan ini. Tidak hanya pada tahap akhir, tetapi juga setiap tahapan sejak diterbitkannya Perpres No.57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII.
"Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Pemerintah Depok juga telah bekerja keras untuk mewujudkan kampus UIII yang mendunia," katanya. Yaitu melalui berbagai fasilitas dan kebijakan sehingga seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. (wan/ali)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
