
Menhut Raja Juli Antoni bersama Country Director WCS Indonesia Noviar Andayani membahas perlindungan terhadap satwa dilindungi di Jakarta Rabu (12/2). (Humas Kemenhut)
JawaPos.com - Kasus penyelundupan satwa dilindungi masih terjadi di Indonesia. Untuk mencegah kejahatan tersebut, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menggandeng Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia.
Komitmen kerja sama itu dihadiri langsung oleh Menhut Raja Juli Antoni di Jakarta kemarin (12/2). Raja mengatakan, kerja sama dengan WCS Indonesia sudah berjalan sekitar 25 tahun ke belakang. Secara teknis kerja samanya dengan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kemenhut.
Raja menyampaikan Kemenhut terbuka dengan siapa saja, selama bertujuan untuk kebaikan. Sejumlah poin kerja sama yang dibahas dalam pertemuan itu di antaranya terkait konservasi dan koridor orangutan di wilayah Aceh. "Selain itu, pertemuan juga membahas upaya pencegahan penyelundupan satwa dilindungi di berbagai jalur dan wilayah," kata Raja.
Dengan pelibatan banyak pihak, diharapkan mata yang mengawasi praktik penyelundupan satwa dilindungi juga kian banyak. Terkait dengan kasus penyelundupan satwa dilindungi, kasus yang cukup menonjol tahun lalu terungkap di perairan Sunda Kelapa.
Pada awal Agustus 2024, kepolisian mengamankan seribu ekor lebih satwa yang dilindungi. Satwa tersebut dibawa dari Kepulauan Riau. Isi satwanya antara lain 3 ekor tupai jelarang dan 1.250 ekor burung berbagai jenis. Termasuk burung konin, kolibri, perkutut, ciblek, dan cerucuk.
Keseluruhan satwa tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen karantina. Raja menegaskan, pelaku penyelundupan satwa dilindungi harus dihukum sesuai aturan untuk menimbulkan efek jera. Baginya semua satwa wajib dijaga dan dilindungi.
Sementara itu, Country Director WCS Indonesia Noviar Andayani sangat senang dengan keterbukaan dan semangat Kemenhut menjalin kerja sama dan kolaborasi. Dia mengaku tersentuh dengan keterlibatan seluruh pihak termasuk NGO dalam mendukung program pemerintah.
"Saya betul-betul touched by statement beliau bahwa pemerintah tidak bisa menyelesaikan semua hal," katanya. Sehingga diperlukan dukungan dan kerja sama dari semua pihak.
Dia menegaskan WCS Indonesia adalah NGO konservasi yang bergerak di lapangan. Dukungan dari Kemenhut menjadi energi baru untuk menambah semangat bekerja di lapangan. Selama 25 tahun berkolaborasi, tim dari WCS Indonesia bekerja sama secara baik dengan direktorat teknis Kemenhut di Jakarta maupun Unit Pelayanan Teknis di daerah. (wan/ali)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022