Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 20.19 WIB

Kementerian Kehutanan Gandeng WCS Indonesia untuk Tekan Kasus Penyelundupan Satwa Dilindungi

Menhut Raja Juli Antoni bersama Country Director WCS Indonesia Noviar Andayani membahas perlindungan terhadap satwa dilindungi di Jakarta Rabu (12/2). (Humas Kemenhut) - Image

Menhut Raja Juli Antoni bersama Country Director WCS Indonesia Noviar Andayani membahas perlindungan terhadap satwa dilindungi di Jakarta Rabu (12/2). (Humas Kemenhut)

JawaPos.com - Kasus penyelundupan satwa dilindungi masih terjadi di Indonesia. Untuk mencegah kejahatan tersebut, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menggandeng Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia.

Komitmen kerja sama itu dihadiri langsung oleh Menhut Raja Juli Antoni di Jakarta kemarin (12/2). Raja mengatakan, kerja sama dengan WCS Indonesia sudah berjalan sekitar 25 tahun ke belakang. Secara teknis kerja samanya dengan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kemenhut.

Raja menyampaikan Kemenhut terbuka dengan siapa saja, selama bertujuan untuk kebaikan. Sejumlah poin kerja sama yang dibahas dalam pertemuan itu di antaranya terkait konservasi dan koridor orangutan di wilayah Aceh. "Selain itu, pertemuan juga membahas upaya pencegahan penyelundupan satwa dilindungi di berbagai jalur dan wilayah," kata Raja.

Dengan pelibatan banyak pihak, diharapkan mata yang mengawasi praktik penyelundupan satwa dilindungi juga kian banyak. Terkait dengan kasus penyelundupan satwa dilindungi, kasus yang cukup menonjol tahun lalu terungkap di perairan Sunda Kelapa.

Pada awal Agustus 2024, kepolisian mengamankan seribu ekor lebih satwa yang dilindungi. Satwa tersebut dibawa dari Kepulauan Riau. Isi satwanya antara lain 3 ekor tupai jelarang dan 1.250 ekor burung berbagai jenis. Termasuk burung konin, kolibri, perkutut, ciblek, dan cerucuk.

Keseluruhan satwa tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen karantina. Raja menegaskan, pelaku penyelundupan satwa dilindungi harus dihukum sesuai aturan untuk menimbulkan efek jera. Baginya semua satwa wajib dijaga dan dilindungi.

Sementara itu, Country Director WCS Indonesia Noviar Andayani sangat senang dengan keterbukaan dan semangat Kemenhut menjalin kerja sama dan kolaborasi. Dia mengaku tersentuh dengan keterlibatan seluruh pihak termasuk NGO dalam mendukung program pemerintah.

"Saya betul-betul touched by statement beliau bahwa pemerintah tidak bisa menyelesaikan semua hal," katanya. Sehingga diperlukan dukungan dan kerja sama dari semua pihak.

Dia menegaskan WCS Indonesia adalah NGO konservasi yang bergerak di lapangan. Dukungan dari Kemenhut menjadi energi baru untuk menambah semangat bekerja di lapangan. Selama 25 tahun berkolaborasi, tim dari WCS Indonesia bekerja sama secara baik dengan direktorat teknis Kemenhut di Jakarta maupun Unit Pelayanan Teknis di daerah. (wan/ali)

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore