
BELASUNGKAWA: Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo melayat ke rumah orang tua Brigadir Yosua di Muaro Jambi kemarin. (HUMAS POLDA JAMBI UNTUK JAMBI INDEPENDENT)
JawaPos.com - Ayah Brigadir J atau Brigadir Nopryansah Hutabarat, Samuel Hutabarat, mengaku heran. Rumahnya malah dikepung ratusan polisi usai anaknya tewas baku tembak di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.
Ayah Brigadir J juga mengaku telepon seluler keluarga inti mereka ikut diretas atau satu persatu tak bisa digunakan lagi. Kedatangan ratusan polisi dengan mengepung rumah dan menutup pagar sekolah membuat keluarga Brigadir J atau Brigadir Nopryansah Hutabarat ketakutan.
“Waktu datang orang itu ke rumah, kami terkejut. Jantung kami serasa mau copot, maklum kami baru trauma baru kehilangan,” kata Bibi Brigadir J atau Nopryansah, Rohani Simanjuntak di rumah duka, seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Rabu (13/7).
Rohani Simanjuntak mengatakan, keberadaan rumah orangtua Brigadir J berada dalam kompleks perumahan guru SD di Sungai Bahar, Jambi. Saat ratusan polisi datang dengan 1 bus dan 10 mobil penumpang membuat kondisi sangat menyeramkan.
Diketahui ratusan polisi mendatangi rumah orangtua Brigadir Josua untuk memberikan penjelasan kronologi penembakan kepada keluarga Brigadir Nopryansah. Ada polisi yang mengenakan seragam, berpakaian hitam putih, dan ada pakaian bebas.
Mereka datang kemudian membuat pagar seolah mengepung rumah. Kedatangan ratusan polisi ini terjadi Senin malam (11/7) sekitar pukul 20.00 WIB, saat keluarga sedang berkumpul di dalam rumah. Menurut keluarga Brigadir J, tindakan yang dilakukan ratusan polisi berbaris mengelilingi rumah tersebut dilakukan tanpa komunikasi dan permisi.
Bahkan pintu gerbang sekolah, yang menjadi akses keluar dan masuk ke rumah itu, juga ditutup rapat. Saat kejadian ini, sambung Rohani, pihaknya sedang berada dalam rumah. Sebagian polisi masuk ke rumah tersebut dengan mengunci pintu.
“Kami seolah diserang, karena rumah didatangi,” kata Rohani Simanjuntak, bibi Brigadir Nopryansah.
Merasa terdesak, Rohani menegur polisi dengan nada tinggi. “Jangan seperti itulah Pak masuk rumah orang, kami ini lagi sedih loh, lagi trauma. Yang sopan lah, pakek permisi,” kata Rohani menirukan ucapannya saat itu.
Setelah masuk ke rumah, semua anggota keluarga dilarang merekam dan mengambil gambar. Terakhir, keluarga Brigadir Josua atau Nopryansah mengaku ponselnya diretas oleh orang tak dikenal. Hal ini terjadi setelah sejumlah keluarga mempertanyakan keberadaan barang bukti di lokasi kejadian, dan barang-baran milik pribadi korban.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022