Ilustrasi gantung diri. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Kasus bunuh diri yang dilakukan AKA, 10, salah satu siswa SD di Pekalongan, Jawa Tengah, kini menjadi sorotan publik dan pemerintah setempat. AKA diketahui mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamar, pada Rabu (22/11) lalu.
Penyebabnya, konon, bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD itu merasa kecewa usai ditegur orang tuanya karena terus-terusan main HP.
Menelusuri perkara ini, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdas Dindikbud) Kabupaten Pekalongan, Ipung Sunaryo, mendatangi kediaman korban dan keluarga pada Kamis (23/11).
Baca Juga: Solidaritas Bela Palestina, Kapal Perang AS di Laut Merah Menembak Jatuh Drone Penyerang Asal Yaman
Berdasarkan informasi yang didapatnya dari para guru korban di sekolah, alih-alih tampak pendiam dan murung sebagai indikasi keputusan bunuh diri, AKA justru dikenal sebagai anak yang ceria.
Bahkan beberapa jam sebelum kejadian, saat masih di sekolah, AKA tampak asik bermain dengan teman-temannya.
“Menurut para guru, sebelum kejadian, di sekolah anak ini (AKA) masih ceria, (juga) tidak ada persoalan apapun, dan bermain sama teman-temannya juga,” kata Ipung, dilansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), Jumat (24/11).
Baca Juga: Sejarah Penyediaan Air Bersih di Surabaya: Pada 1985, Air Diangkut dengan Kereta Api hingga Kapal
Adapun kronologi kasus ini, mulanya AKA sempat ditegur karena terus-terusan main HP. Padahal, teguran itu sejatinya adalah perintah agar AKA makan siang.
“HP diminta ibunya. Lalu korban marah, lantas masuk kamar dan mengunci pintu,” kata Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Isnovim.
Selama beberapa waktu, korban tak keluar dari kamar. Sang ibu mengira, korban sedang tidur sehingga tak lagi mengeceknya.
Kemudian saat sore hari, sang ibu hendak membangunkan AKA untuk berangkat mengaji. Diketuknya pintu kamar berkali-kali, namun tak kunjung ada jawaban.
Merasa penasaran, sang ibu lantas mengintip AKA lewat celah pintu kamar. Ia pun terkejut melihat anaknya dalam kondisi tergantung dengan selendang yang diikat ke kusen jendela kamar.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
