
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dan perwakilan SPBU swasta memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan SPBU swasta di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Salman Toyi
JawaPos.com - Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) memberikan pembelaan terhadap Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia atas serangan fitnah dan ujaran kebencian. Bahlil diduga diserang oleh beberapa akun media sosial tentang persoalan di luar kinerjanya sebagai Menteri ESDM.
Terkait hal itu, AMPI mendatangi Bareskrim Polri untuk membuat aduan. Mereka meminta kepada Polri menindak tegas para netizen yang melakukan ujaran kebencian kepada Bahlil.
Wakil Ketua Dewan Penasihat LBH AMPI, Steven Izaac Risakotta mengatakan, sejumlah barang bukti sudah diberikan kepada penyidik Direktorat Siber Bareskrim. Dia berharap proses hukum bisa segera dijalankan.
"Kami ke sini tujuannya itu untuk melaporkan ada beberapa media yang mana di situ mensertakan nama ketua umum kami, dalam hal ini Menteri ESDM, Bapak Bahlil Lahadalia, Kebetulan beliau juga selaku pembina di DPP AMPI," kata Steven di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/10) malam.
AMPI mencatat ada sekitar 30 akun media sosial yang terindikasi melakukan ujaran kebencian terhadap Bahlil. Saat ini aduan tersebut telah diterima oleh penyidik Polri.
Lebih lanjut, Steven menjelaskan, langkah hukum ini diambil AMPI bukan bentuk anti kritik. Selain itu, tidak ada intruksi langsung dari Bahlil untuk membuat aduan.
“Biar efek jera lah kepada akun-akun tersebut yang mana tidak bisalah dibenarkan, menyampaikan sesuatu hal di media itu harus secara yang lebih objektif dan bijak," imbuhnya.
Salah satu unggahan yang sempat diungkap oleh Steven yakni foto Bahlil yang disandingkan dengan sesosok anak kecil. Lalu ditambahi keterangan tidak pantas. "Pak Prabowo kapan si jelek ini di reshuffle," tulis akun @kementerianbakuhantam.
Steven mengungkapkan bahwa AMPI tidak semata-mata membela Bahlil melainkan ingin memberikan pelajaran kepada publik agar lebih beretika dan bijak menggunakan media sosial.
"Kami terasa terpanggil, bahwa ya bukan kami aja ya, kepada masyarakat juga di luar sana, apabila ada melakukan hal yang tersebut, ya kami datang mencari keadilan. Tujuannya untuk apa? Untuk kasih efek jera," pungkasnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
