
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq digiring petugas menggunakan rompi tahanan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sengaja melibatkan keluarga serta orang-orang kepercayaannya dalam pengelolaan PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) guna mempermudah penggarapan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan. Dugaan tersebut muncul setelah penyidik menemukan sejumlah bukti yang mengarah pada keterlibatan langsung Fadia Arafiq dalam pengendalian perusahaan tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik saat ini masih memfokuskan proses penyidikan pada peran perusahaan tersebut dalam proses pengadaan di lingkungan Pemkab Pekalongan. Ia menduga, perusahaan itu diduga memang dirancang untuk mengakomodasi proyek-proyek pemerintah daerah.
“Ya saat ini kita masih fokus dulu terhadap perusahaan RNB yang memang didirikan oleh bupati, ya sengaja untuk melaksanakan pengadaan-pengadaan di lingkungan pemkab Pekalongan dengan mengisi jabatan-jabatan komisaris, direktur itu dari pihak keluarga ataupun dari orang-orang kepercayaan bupati,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/3).
Menurutnya, struktur perusahaan yang diisi oleh keluarga dan orang dekat bupati membuat pengendalian perusahaan menjadi sangat terpusat. Kondisi ini diduga mempermudah pengaturan berbagai keputusan perusahaan, termasuk yang berkaitan dengan proyek dan aliran dana.
“Di mana dalam pengelolaan perusahaan tersebut bupati punya kendali penuh ya untuk mengatur uang masuk, uang keluar, termasuk juga pembagian uang kepada para keluarga ataupun kepada pihak-pihak di lingkup bupati, ya termasuk orang-orang kepercayaannya,” ujar Budi.
Selain itu, penyidik KPK juga menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya pengaturan aliran dana. Bukti tersebut berupa percakapan digital hingga dokumentasi transaksi penarikan uang tunai.
“Ya, karena kemarin dari salah satu barang bukti itu kami menemukan ya chat-chat di WhatsApp grup, kemudian ada dokumentasi setiap penarikan uang tunai yang untuk didistribusikan atau diberikan kepada bupati itu juga menjadi salah satu barang bukti yang penting dalam perkara ini,” jelas Budi.
KPK juga menilai seorang kepala daerah seharusnya memahami prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, terlebih bagi pejabat yang sudah memiliki pengalaman panjang di pemerintahan daerah.
“Tentunya sebagai kepala daerah apalagi Ibu FAR ini kan sudah dua periode kemudian sebelumnya juga sudah menjabat sebagai Wakil Bupati ya semestinya sebagai seorang kepala daerah harus memahami ya bagaimana pengelolaan pemerintahan daerah,” tutur Budi.
Ia menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pemerintahan berjalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal itu penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara maksimal.
“Harus bisa menciptakan good governance, harus juga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya ya sehingga ini suatu kewajiban seorang kepala daerah punya kompetensi, punya visi misi yang jelas untuk membangun daerahnya,” imbuhnya.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka. Ia diduga mengatur agar PT Raja Nusantara Berjaya memonopoli proyek jasa outsourcing di 17 perangkat daerah, tiga RSUD, dan satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
Perusahaan tersebut didirikan oleh suami dan anak Fadia, lalu pengelolaannya diserahkan kepada pegawai kepercayaannya. Sejumlah perangkat daerah diduga dipaksa memenangkan perusahaan tersebut meskipun terdapat vendor lain yang menawarkan harga lebih rendah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
