Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus (kiri) dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, In
JawaPos.com - Serangan air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam (12/3). Berdasar informasi yang disampaikan kepada awak media pada Jumat (13/3), peristiwa itu terjadi setelah Andrie melakukan sejumlah kegiatan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus).
KontraS mencatat bahwa sekitar pukul 15.30 WIB sampai dengan 16.00 WIB, Andrie berangkat dari kantor KontraS ke kantor CELIOS yang beralamat di Jalan Banyumas Nomor 12, Menteng, Jakpus untuk menghadiri agenda pertemuan. Pada pukul 19.30 WIB, korban melakukan perjalanan selama 15 menit dan sampai sekitar pukul 19.45 WIB di kantor YLBHI, Jalan Diponegoro 74 untuk tapping podcast.
Kegiatan tapping podcast itu selesai pada pukul 20.00 WIB, namun korban tetap berada di kantor YLBHI sampai pukul 23.00 WIB. Setelah meninggalkan kantor YLBHI, korban bertolak ke SPBU Cikini untuk melakukan pengisian bahan bakar. Pada pukul 23.37 WIB, korban menyadari ada dua orang tidak dikenal melawan arah dari Jalan Talang.
”Bahwa pukul 23.37, OTK tersebut langsung melakukan tindakan penyiraman air keras tepat di rumble strip (garis putih) dengan titik koordinat -6.199845, 106.849676,” kata Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya.
Akibatnya air keras itu mengenai tubuh bagian kanan korban, khususnya pada bagian mata, wajah, dada, dan tangan. Setelah kejadian tersebut, korban korban langsung berteriak hingga berhenti dan menjatuhkan motornya. Korban juga sempat membuka baju dan kembali berteriak hingga warga sekitar berkumpul mengelilingi korban.
”Bahwa ketika korban berteriak meminta tolong terdapat seorang warga yang langsung menyebut ini dari KontraS ya? Ini dari LBH ya? dengan ciri-ciri fisik kepala sedikit plontos,” ujar Dimas.
Lebih lanjut, Dimas menyampaikan bahwa baju korban sampai meleleh akibat terkena air keras. Namun, korban tetap berusaha meraih motor dan tas untuk kemudian menuju ke arah Jalan Salemba I dan Jalan Salemba Raya. Dia bertolak menuju kontrakannya yang berada di Menteng. Pada pukul 23.40 WIB, korban dibawa oleh oleh Rizky dan Hardingga ke RSCM.
”Pukul 23.48 WIB korban sampai di RSCM dan mendapatkan perawatan,” terang Dimas.
Baca Juga:Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus jadi Korban Penyiraman Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen
Saat ini, korban sedang dalam penanganan oleh 6 orang dokter spesialis yang berbeda-beda. Yakni spesialis mata, THT, saraf, tulang, thorax, organ dalam, dan kuli. Korban dinyatakan mengalami luka bakar 24 persen. Informasi itu diperoleh berdasar diagnosis primer yang dilakukan tim dokter RSCM.
”Kini korban tengah menunggu tindakan medis berupa operasi mata untuk mengganti jaringan membran amnion atau cangkok dengan bius lokal,” ujarnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
