
Petugas menata barang bukti uang saat acara Penyerahan Tanggung Jawab Dan Eksekusi Atas Harta Kekayaan Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang Yang Berasal Dari Judi Online, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri belum lama ini menyelesaikan penyidikan kasus judi online dengan barang bukti senilai Rp55 miliar. Berkas kasus ini telah dinyatakan lengkap oleh jaksa dari Kejaksaan Agung.
Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Rizki Prakoso menyampaikan bahwa tersangka dan barang bukti akan segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum sebagai tahap lanjutan proses hukum. Barang bukti tersebut berupa uang yang diduga berasal dari aktivitas perjudian daring.
"Setelah berkas perkara dinyatakan P21, kami akan segera melaksanakan tahap II berupa penyerahan tersangka beserta barang bukti kepada jaksa penuntut umum. Total barang bukti yang akan diserahkan berupa uang sebesar Rp 55 miliar, yang merupakan hasil dari aktivitas perjudian daring," ujar Rizki.
Rizki pun menegaskan bahwa dari kasus tersebut, harus dipahami bahwa sistem dalam payment gateway perlu diperkuat agar transaksi judi online bisa ditutup rapat. Hal ini dibenarkan oleh pengamat ekonomi digital dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda.
Menurutnya, penyedia sistem pembayaran harus memiliki teknologi yang mampu mendeteksi dan menghentikan transaksi mencurigakan, termasuk melalui sistem electronic Know Your Customer (e-KYC) dan Regulatory Technology (Regtech).
"Transaksi yang dirasa merupakan transaksi judi online, harus dapat dipotong arusnya. Penyedia sistem pembayaran harus mempunyai teknologi untuk membendung arus uang ke rekening penampung judi online," ujar Nailul, dilansir dari ANTARA.
Nailul melanjutkan, kemudahan transaksi digital, baik melalui perbankan maupun dompet elektronik, turut mempermudah aktivitas judi online. Namun, teknologi pembayaran digital tetap memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung transaksi ekonomi yang legal seperti e-commerce dan layanan keuangan lainnya.
"Transaksi yang positif juga lebih banyak. Jadi jangan salahkan dari teknologi yang ada." ujar Nailul.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik sekaligus CEO Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat, menilai judi online berdampak luas terhadap stabilitas sosial dan ekonomi. Ia menyebut sebagian besar pelaku berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, yang rentan terhadap tekanan ekonomi dan mencari penghasilan cepat.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
