
Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)
JawaPos.com - Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menolak mekanisme militer dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Dia menuntut agar para pelaku diadili di ruang sidang peradilan umum. Karena itu, Tim Advokasi untuk Demokrasi membuat laporan polisi tipe B di Bareskrim Polri hari ini (8/4).
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan hal itu saat ditanyai oleh awak media terkait dengan pelimpahan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka dari Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI kepada Oditur Militer II-07 Jakarta kemarin (7/4).
Dia menyatakan bahwa Andrie sebagai korban sudah menegaskan penolakannya terhadap proses hukum yang dilakukan Puspom TNI.
”Menurut kami (pelimpahan) itu sudah menjadi mekanisme baku di POM. Tapi, lagi-lagi sesuai yang tadi disampaikan oleh teman saya, Andrie kemarin sebagai korban itu sudah menyampaikan secara langsung melalui surat yang kemarin dibacakan juga oleh para tokoh, itu menolak forum peradilan militer,” kata dia kepada awak media.
Permintaan Andrie, kata Dimas, sejalan dengan tuntutan KontraS, TAUD, dan Koalisi Masyarakat Sipil. Yakni menuntut agar proses hukum dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie dilaksanakan lewat mekanisme peradilan umum. Dia menilai, hanya melalui peradilan umum Andrie bisa memperoleh keadilan.
”Kami sedari awal merasa bahwa ini tindak pidana umum. Memang pelakunya militer. Tapi, lagi-lagi forum peradilan atau forum penyelesaian kasus itu tidak semata-mata hanya melihat atau merujuk pada seragamnya siapa, tapi siapa korbannya dan juga kerugian paling besar dari pihak siapa. Jadi, saya mau menyampaikan itu supaya terang,” ucap Dimas.
Secara tegas dia menyatakan bahwa semua orang memiliki derajat yang sama di mata hukum. Sehingga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie harus diproses hukum sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.
Bagi KontraS, TAUD, dan Koalisi Masyarakat Sipil, kasus tersebut harus ditangani oleh Polri dan disidangkan di peradilan umum.
”Karena kami punya satu pemahaman atau satu ketetapan, keteguhan, bahwa semua pihak itu sama di mata hukum, equality before the law, dan juga kami menjunjung tinggi supremasi hukum dan supremasi sipil,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Puspom TNI melimpahkan berkas berkas, tersangka, dan barang bukti kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus pada Selasa (7/4). Pelimpahan dilakukan setelah seluruh rangkaian penyidikan selesai dilakukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022