
Terdakwa perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjalani sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (29/4). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com-Majelis hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta meminta oditur militer menghadirkan saksi ahli dalam sidang lanjutan perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus pada Rabu (6/5). Permintaan itu disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Hakim Kolonel CHK Fredy Ferdian Isnartanto.
Awalnya Kolonel Fredy menyatakan bahwa dalam persidangan harus diketahui secara jelas kandungan dalam air keras yang dicampur oleh para terdakwa. Sebab, dalam surat dakwaan hanya disampaikan bahwa air keras tersebut terdiri atas campuran cairan aki bekas dan cairan antikarat. Sehingga dia menilai perlu ada keterangan saksi ahli, persisnya ahli kimia.
”Saya minta dihadirkan nanti itu yang untuk cairan-cairan ini. Yang aki sama apa tadi, pembersih karat. Nah itu kalau dicampur itu mengandung apa itu, terus kemudian bagaimana reaksinya kalau kena kulit, kalau baju kena. Kita perlu ahli itu, ahli di bidangnya. Ahli kimia atau ahli air keras itu,” kata Fredy.
Atas permintaan tersebut, oditur militer memastikan akan memanggil ahli yang diminta oleh majelis hakim. Menurut oditur, mereka memang sudah menyiapkan ahli kimia untuk diminta keterangan dalam persidangan. Majelis hakim menilai, keberadaan ahli tersebut dibutuhkan karena dalam dakwaan belum ada penjelasan terkait gabungan cairan antikarat dan aki bekas.
”Karena di berkas ini tidak ada. Bagaimana kita menentukan itu kandungannya bagaimana, seperti apa, terus kemudian kalau kena kulit bagaimana reaksinya. Apakah ini membahayakan, mematikan, atau tidak. Itu kan yang tahu kan ahli itu, kita kan ndak bisa,” ujarnya.
Dalam persidangan sebelumnya pada Rabu (29/5), para terdakwa yang terdiri atas terdakwa 1 Serda (Mar) Edi Sudarko, terdakwa 2 Lettu (Mar) Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, terdakwa 3 Kapten (Mar) Nandala Dwi Prasetya, terdakwa 4 Lettu (Pas) Sami Lakka, tidak mengajukan nota pembelaan. Sehingga sidang hari ini langsung pemeriksaan saksi-saksi.
Dalam sidang tersebut, para terdakwa yang seluruhnya personel Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI didakwa melakukan pelanggaran Pasal 469 ayat (1) subsider Pasal 468 ayat (1), lebih subsider Pasal 467 ayat (1) juncto ayat (2) juncto Pasal 20 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022