
Korban kekerasan seksual oleh Ashari, kiai sekaligus pengasuh Salah seorang korban kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, , Pati, Jateng, menemui Hotman Paris Hutapea di Jakarta pada Kamis (7/5). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Anshari, kiai cabul di Pati, Jawa Tengah (Jateng) memainkan modus untuk mengelabui santriwati yang menjadi korbannya. Dia mengklaim, berhubungan badan mujarab menyembuhkan segala jenis penyakit. Baik penyakit hati maupun penyakit fisik.
Dewi Intan sebagai salah seorang dari Tim Hotman 911 mengungkapkan hal itu. Dia menyampaikan bahwa Anshari sebagai pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, menyampaikan kepada korban bahwa bersetubuh dengan dirinya bisa menyehatkan jiwa dan raga.
”Waktu awal dia merayu mereka (korban) dengan bilang bahwa hal ini (berhubungan badan) bisa melunturkan semua penyakit yang ada di dalam badan kamu, yaitu dengan berhubungan seperti itu,” ucap Dewi pada Kamis (7/5).
Keterangan itu disampaikan oleh Dewi saat salah seorang korban bersama orang tua, penasihat hukum, dan mantan pegawai di ponpes tersebut menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut), sore hari ini.
”Menghilangkan semua penyakit, penyakit hati, penyakit segala-gala dan yang ada di dalam tubuh dia (korban),” lanjut Dewi.
Jika korban menolak ajakan pelaku, maka yang dialami oleh korban adalah tindak kekerasan. Pelaku tidak segan memukul-mukul kepala korban. Dewi memastikan hal itu karena sudah berbincang dengan salah seorang korban yang menemui Hotman Paris secara langsung.
”Kalau misalnya mereka menolak, itu biasanya juga sesekali dilakukan kekerasan dengan memukul kepala, betul?” tanya dia kepada korban.
Pertanyaan itu lantas dijawab dengan anggukan oleh korban. Selain melakukan tindak kekerasan, pelaku juga akan langsung mencari santriwati pengganti bila ada yang menolak ajakannya untuk melakukan persetubuhan. Kondisi itu terus terjadi selama bertahun-tahun.
”Jadi seperti itu, terus bergilir selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hotman mengungkapkan, jika cerita korban diungkap secara terang-benderang akan sangat vulgar. Karena itu, pihaknya hanya menyampaikan inti dari perbuatan cabul pelaku kepada korban. Menurut pengakuan korban, perbuatan itu dilakukan selama 3 tahun. Para korban enggan bukan suara karena kerap mendapat perlakuan kasar bila menolak kemauan pelaku.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
