Tangkapan layar korban kekerasan seksual oleh pengasuh pondok pesantren di Pati, Ashari (AS), di Youtube Denny Sumargo. (Youtube Curhat Bang Denny Sumargo)
JawaPos.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret oknum pengasuh pondok pesantren di Pati, Ashari (AS), mulai terkuak ke publik. Tari (bukan nama sebenarnya), salah satu korban yang kini berusia 20 tahun, membongkar siasat licik sang kiai yang menggunakan doktrin agama untuk menjerat para santriwatinya.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo di Youtubenya, korban mengungkap modus yang digunakan ialah dengan memainkan psikologis para santriwatinya. Yakni melalui pendekatan personal bertajuk "terapi batin" dan perintah guru yang tidak boleh dibantah.
Tari menceritakan bahwa awalnya kehidupan di pesantren berjalan normal. Namun, saat ia duduk di bangku kelas 9, perilaku Ashari mulai berubah. Awalnya, ia hanya dipanggil untuk memijat sang pengasuh.
"Awal mulanya ya disuruh mijeti. Kalau udah selesai kan pamitan terus dicium gitu," ungkap Tari dikutip JawaPos.com, Jumat (8/5).
Seiring berjalannya waktu, permintaan pelaku semakin tidak masuk akal. Ashari mulai mengajak Tari untuk menemaninya tidur di kamar dengan dalih penyembuhan penyakit dalam.
"Kamu itu banyak sakitnya, kamu itu iri dengki, ini obatnya begini," ungkap Tari menirukan ucapan pelaku saat itu.
Untuk memuluskan aksinya, Ashari membawa-bawa nama guru tarekat dan mursyid dari Jawa Timur. Ia meyakinkan para santriwati bahwa tindakan tersebut adalah perintah langsung dari guru tarekat.
Tari mengaku merasa seperti terkena "sirep" atau hipnotis sehingga hanya bisa diam dan tidak berdaya saat pelaku melakukan tindakan asusila. Bahkan, pelaku sempat meminta hal yang sangat ekstrem dengan dalih agar korban "diakui oleh Nabi".

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
