
Momen Nadiem Makarim mendapat pelukan hangat dari Rocky Gerung saat hendak menjalani sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/5).
JawaPos.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, kembali menjalani sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (11/5).
Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa tersebut menarik perhatian banyak pendukung yang memadati ruang persidangan. Sejumlah pengemudi ojek daring hingga aktivis dan pengamat politik, Rocky Gerung, turut hadir mengikuti jalannya persidangan.
Ketika Nadiem memasuki ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, mendapat banyak sambutan dari para pendukung yang bergantian menyalaminya. Bahkan, momen hangat terjadi saat Nadiem bertemu Rocky Gerung yang langsung memeluknya sebagai bentuk dukungan moral.
Di sela-sela persidangan, Rocky menjelaskan kehadirannya bukan untuk memberikan dukungan politik kepada Nadiem. Ia mengaku datang untuk mengamati proses hukum dari sudut pandang penalaran hukum atau legal reasoning.
“Saya mau memperhatikan jalannya sidang dari perspektif penalaran hukum. Saya mengajar legal reasoning, dan itu saya ingin tahu apakah sidang ini dituntun oleh nalar hukum yang bersih atau di dalamnya ada defect, ada karat politik, ada karat pesanan, segala macam,” ujar Rocky.
Menurut Rocky, sebuah perkara pidana tidak cukup hanya memuat rangkaian fakta semata. Ia menilai proses hukum harus mampu menunjukkan hubungan logis antara fakta, alat bukti, dan unsur pidana yang didakwakan.
Selama mengikuti jalannya persidangan, Rocky menilai tim jaksa sebenarnya memiliki kemampuan yang baik. Namun, ia melihat ada kesulitan dalam menghubungkan fakta-fakta yang ada menjadi alat bukti yang kuat untuk mendukung dakwaan terhadap Nadiem.
“Saya kira jaksa pintar, tapi dia kelelahan untuk menghubungkan fakta untuk jadi bukti. Bukti untuk jadi tuduhan. Di situ dia gagal saya kira,” ucapnya.
Rocky juga menyoroti isu mengenai keberadaan tim khusus yang disebut dibawa Nadiem ke lingkungan kementerian. Menurutnya, langkah seorang menteri membawa tenaga ahli atau tim pendukung merupakan hal yang wajar dan tidak dapat langsung dikategorikan sebagai tindak pidana.
“Bagaimana misalnya menghubungkan satu kecemasan bahwa Saudara Nadiem kok membawa masuk tim khusus? Bukankah itu fungsi dari kementerian? Sebetulnya seorang menteri kalau dia lihat kementeriannya bodoh, ya dia bawa yang pintar kan? Dan itu bukan kriminal,” tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
