
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Makarim menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menghadiri sidang pembacaan duplik dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (23/6).
Sebelum sidang dimulai, Nadiem menyampaikan bahwa dirinya akan membacakan langsung duplik di hadapan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam kesempatan tersebut, ia berencana menjelaskan sejumlah hal yang menjadi latar belakang kebijakan digitalisasi pendidikan selama masa jabatannya.
"Tentunya mengenai kenapa saya diangkat menjadi menteri. Lalu kenapa konteks kebutuhan digitalisasi pendidikan," kata Nadiem sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Menurut Nadiem, duplik yang disampaikannya juga akan mengulas kebutuhan mendesak terhadap teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sektor pendidikan, terutama dalam mendukung perubahan sistem asesmen nasional.
"Kami akan juga membahas mengenai kenapa ada kebutuhan TIK yang urgent, karena ada arahan untuk merubah sistem asesmen nasional kita," sambungnya.
Selain itu, Nadiem menyebut akan menjelaskan situasi darurat yang terjadi selama pandemi Covid-19 dan berbagai rapat yang berkaitan dengan kebijakan tersebut. Ia menilai, aspek tersebut penting untuk dipahami dalam melihat proses pengambilan keputusan saat itu.
"Saya akan membahas juga mengenai rapat-rapat atau situasi Covid yang terjadi dan gawat darurat, karena ini jarang juga dibahas dan tentunya meeting 6 Mei, yaitu satu-satunya meeting formal yang saya datangi, yang saya diundang untuk hadir mengenai pemilihan operating system; Chromebook, atau Chrome, atau Windows. Jadi sekitar itu dan juga eh hal-hal yang terjadi setelah meeting tersebut," ujarnya.
Nadiem menambahkan, kronologi tersebut menjadi bagian utama yang akan dipaparkannya dalam duplik pribadi. Sementara itu, tim penasihat hukumnya akan menyampaikan pembelaan yang lebih menyeluruh terkait perkara tersebut.
"Jadi kira-kira itu kronologinya yang akan dibahas di duplik saya pribadi. Kalau dari tim PH (Penasihat Hukum) tentunya akan lebih komprehensif," pungkasnya.
Nadiem Makarim dituntut pidana penjara 18 tahun dan uang pengganti Rp 5,6 triliun
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022