
Polisi buka paksa sebuah ruko terkunci di Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7) dini hari. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Rangkaian penggeledahan maraton yang dilakukan tim gabungan kepolisian dalam mengusut kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) bernilai fantastis memasuki babak baru. Kali ini, petugas terpaksa membuka paksa sebuah ruko di Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7) dini hari.
Langkah ini diambil lantaran ruko target operasi tersebut dalam kondisi terkunci rapat saat petugas tiba di lokasi.
Tim Gabungan Polda Metro Jaya bersama Kortas Tipidkor Polri terpantau sudah tiba di lokasi sejak Kamis (9/7) pukul 23.15 WIB. Tiga unit bus serta satu mobil pusat identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri dikerahkan untuk mengawal ketat jalannya operasi. Puluhan personel kepolisian langsung bergerak cepat memasang garis polisi di kawasan ruko yang posisinya menjorok ke dalam tersebut.
Karena tidak bisa langsung masuk untuk melakukan penggeledahan, petugas akhirnya menggunakan mesin gerinda untuk membongkar paksa bagian pintu ruko. Proses melepas paksa kunci besi ini berlangsung hampir satu jam, hingga akhirnya tim gabungan berhasil masuk pada Jumat (10/7) pukul 00.10 WIB.
Baca Juga:Polisi kembali Geledah Ruko di Cipete, Kasus Korupsi Setengah Triliun Jiwasraya-Asabri Melebar?
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan adanya aktivitas penggeledahan maraton oleh tim gabungan di kawasan Cipete Selatan tersebut.
"Benar (ada penggeledahan)," ujar Kombes Budi Hermanto singkat saat memberikan konfirmasi, Kamis (9/7). Namun hingga kini belum diketahui pasti penggeledahan ini masuk dalam tindak pidana korupsi apa.
Diketahui, operasi di Jalan Asem ini merupakan kelanjutan dari penggeledahan di 12 titik terpisah yang berlangsung sejak Rabu (8/7). Sebelumnya, penyidik menemukan barang bukti mencengangkan di de’Clan Signature Cafe dan Koin Money Changer yang terletak berdekatan di kawasan Cipete.
Di dalam kafe tersebut, polisi menemukan sebuah brankas rahasia yang sengaja disembunyikan di balik panel kayu dinding ruangan. Saat dibongkar, brankas itu berisi tumpukan mata uang asing dan rupiah senilai puluhan miliar.
Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengungkapkan bahwa dari lokasi kafe tersebut, pihaknya menyita dokumen penting serta uang tunai yang langsung dikonversi dari pecahan Dollar Singapura (SGD) dan Dollar AS (USD).
"Untuk uang yang kami sita SGD 3.130.000, kemudian USD 889.965. Kemudian kami konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar," kata Irjen Totok Suharyanto secara rinci, Rabu (8/7).

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
