
Demonstrasi kasus korupsi.(Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Akademisi Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro, Gaza Carumna Iskadrenda, menegaskan keberhasilan pemberantasan korupsi bergantung pada tiga pilar utama. Pilar itu adalah regulasi kuat, kelembagaan penegak hukum efektif, serta budaya hukum yang menjunjung integritas.
Menurut Gaza, penegakan hukum tidak akan optimal tanpa konsistensi dan sinergi antarlembaga. Lembaga itu mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan partisipasi aktif masyarakat.
"Perlindungan terhadap masyarakat yang melaporkan dugaan korupsi juga perlu terus diperkuat," kata Gaza dalam diskusi bertajuk “Fakta Komitmen Kuat Pemerintah dalam Memberantas Kasus Korupsi di Indonesia” di Universitas Diponegoro, Jumat (24/7).
Dalam kesempatan sama, Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro, Yoga Putra Prameswari, menilai pemberantasan korupsi butuh komitmen politik kuat. Selain itu, keterbukaan informasi dan pengawasan publik yang berkelanjutan juga diperlukan.
Ia menambahkan, masyarakat punya peran penting dalam mendukung agenda antikorupsi. Peran itu adalah menolak politik uang dan memanfaatkan akses informasi untuk mengawasi pemerintahan.
Sementara itu, Ketua BEM Universitas Diponegoro, Nur Maajid Taufiqurrahman, menekankan perlunya reformasi hukum berkesinambungan dan penegakan aturan secara konsisten. Keterlibatan generasi muda juga penting agar praktik korupsi tidak diwariskan ke generasi berikutnya.
Dari unsur pemerintah daerah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengingatkan, korupsi berdampak besar pada pembangunan sumber daya manusia. Selain itu, korupsi menurunkan kualitas pelayanan publik sehingga perlu komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi.
Menurutnya, pemberantasan harus dilakukan dengan membangun tata kelola pemerintahan bersih, transparan, dan akuntabel. Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat pencegahan korupsi lewat pengawasan dan pendampingan bersama KPK serta Inspektorat.
Selain itu, digitalisasi pelayanan publik juga dilakukan guna mempersempit ruang penyimpangan.
"Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat pencegahan korupsi melalui pengawasan, pendampingan bersama KPK dan Inspektorat, serta digitalisasi pelayanan publik untuk mempersempit ruang terjadinya penyimpangan," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022