Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 03.34 WIB

Aparat Pasang Garis Polisi di Klinik Mordent usai Gelar Olah TKP Temuan Tewasnya Diduga Penjaga Rumah Febrie Adriansyah

Aparat kepolisian memasang garis polisi di Klinik Mordent, tempat diduga ditemukannya Sutrimo, penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu malam (26/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Aparat kepolisian memasang garis polisi di Klinik Mordent, tempat diduga ditemukannya Sutrimo, penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu malam (26/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aparat Kepolisian dari Polda Metro Jaya melakukan pemasangan garis polisi pada gerbang Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (26/7). Garis polisi itu dipasang setelah aparat dari Korps Bhayangkara melakukan gelar olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan seorang pria bernama Sutrimo yang tewas di Klinik Mordent, pada Kamis (23/7).

Pantauan JawaPos.com, aparat memasang garis polisi sekitar pukul 19.28 WIB. Namun, mereka tidak memberikan keterangan terkait hasil dari olah TKP tersebut.

Dari olah TKP itu, aparat terlihat membawa dua kantong plastik yang diduga berisi alat bukti untuk didalami lebih lanjut melalui proses penyelidikan. Bahkan, satu unit motor Yamaha Mio yang terparkir di halaman klinik ikut diangkut untuk dijadikan barang bukti.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pihak kepolisian melakukan pendalaman terkait penyebab meninggalnya Sutrimo.

"Masih didalami," kata Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (26/7).

Budi menjelaskan, korban pertama kali ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7). Selanjutnya, Sutrimo dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Dalam mengungkap peristiwa tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan serangkaian penyelidikan. Sejumlah pihak telah dimintai klarifikasi, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak-pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut.

Selain itu, penyidik juga menelusuri riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya korban, serta berbagai informasi lain yang dinilai berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Budi menegaskan, proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar seluruh fakta dapat terungkap secara menyeluruh. Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian Sutrimo.

"Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore