
Terdakwa dugaan korupsi chromebook Ibrahim Arief usai jalani sidang banding di PT DKI Jakarta, Kamis (13/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menunda pembacaan vonis banding kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook yang menjerat konsultan teknologi Kemendikbudristek, Ibrahim Arief alias Ibam. Sidang kembali digelar pada Senin (31/8) mendatang.
Ibam menyatakan, penundaan pembacaan vonis banding dapat memberikan kesempatan kepada hakim tingkat banding untuk membaca secara menyeluruh kasus hukum yang menjerat dirinya. Bahkan, Ibam berharap hakim banding nantinya dapat memnjatuhkan vonis bebas.
"Tentunya harapan kami adalah bebas karena memang yang saya lihat dan teman-teman penasehat hukum saya lihat bahwa poin paling dasar ya dari permasalahan ini adalah saya dianggap menyalahgunakan kewenangan dan ini adalah tanda tanya yang terbesar ya," kata Ibam usai menghadiri sidang banding di PT DKI Jakarta, Kamis (13/8).
Ibam menegaskan, dirinya tidak mempunyai kewenangan untuk memutuskan pengadaan chromebook yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 2 triliun.
"Di mana seorang konsultan bukan pejabat kenapa dibilang ada kewenangan terkait pengadaan, terkait negara dan seterusnya gitu," tegasnya.
Ibam menyoroti adanya dua hakim yang menyatakan dissenting opinion pada putusan pengadilan tingkat pertama. Ia menyebut, keputusan dissenting opinion yang disampaikan dua hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, yakni Andi Saputra dan Eryusman menyebutkan bahwa dirinya tidak mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan pengadaan chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.
"Karena memang ketika klaim dalam putusan bahwa Ibam itu punya kewenangan de facto, kenyataannya adalah banyak masukan-masukan saya yang ditolak, banyak masukan yang diubah oleh tim-tim kementerian sendiri gitu," jelasnya.
Ibam divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) sebelumnya menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada terdakwa kasus korupsi Chromebook Ibrahim Arief alias Ibam. Mantan konsultan teknologi Kemendikbudristek itu juga dijatuhi denda Rp 500 juta subsider 120 hari penjara bila tidak dibayarkan.
Hakim menilai Ibam terbukti meyakinkan bersalah melakukan korupsi pengadaan Chromebook. Dia dianggap merugikan keuangan negara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022