
Direktur Reskrimum Kombes Pol Iman Imanuddin. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ekshumasi jenazah di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), bukan satu-satunya langkah pihak kepolisian untuk mengungkap kematian Sutrimo. Saat ini, polisi tengah mencari tahu keberadaan barang hilang milik pria yang jasadnya ditemukan di Klinik Mordent, Jakarta Selatan (Jaksel), tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyampaikan bahwa keluarga Sutrimo sudah memberikan keterangan terkait dengan barang-barang tersebut. Untuk itu, pendalaman dilakukan oleh pihak kepolisian.
”Bahwa barang milik yang bersangkutan belum diserahkan kepada saudara S (Sutrimo), sehingga itu juga yang semakin menambah kejanggalan,” ucap Iman kepada awak media pada Kamis (13/8).
Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menyatakan, penyidik yang menangani kasus tewasnya Sutrimo tengah berusaha mengungkap seluruh rangkaian peristiwa. Sejak awal sampai pria yang disebut-sebut bekerja untuk Febrie Adriansyah tersebut ditemukan meninggal dunia.
Baca Juga:Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Iman menegaskan, setiap langkah yang dilakukan oleh jajarannya merupakan bagian dari proses penyidikan. Sejak mendapati dugaan terjadinya tindak pidana di balik kematian Sutrimo, polisi langsung meningkatkan penanganan kasus yang semula masih penyelidikan menjadi penyidikan.
”Peristiwa tersebut diduga sebuah peristiwa pidana sehingga harus kami buktikan, di situlah kami meningkatkan dari proses penyelidikan menjadi proses penyidikan, supaya klir,” tegasnya.
Kemarin (12/8), Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo. Ekshumasi melibatkan para ahli dari berbagai bidang. Meski belum sampai pada kesimpulan penyebab kematian, tidak ditemukan tanda kekerasan fisik pada jenazah Sutrimo.
Untuk itu, butuh pemeriksaan lanjutan dari sejumlah sampel yang sudah diambil pada proses ekshumasi. Menurut Ketua Tim Forensik Ahmad Yudianto, pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian pria berusia 42 tahun tersebut.
”Secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang dimana diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam. Untuk itu, kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengambil sampel-sampel untuk memastikan, mencari penyebab pasti kematian,” terang Yudi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
