
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menggelar sidang permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah melawan Jaksa Agung Republik Indonesia cq Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Rabu (19/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos).
JawaPos.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kembali menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, kali ini soal prosedur penetapan tersangka.
Putusan tersebut mendapat sorotan dari tim kuasa hukum Febrie yang menilai terdapat persoalan prosedural dalam proses penetapan tersangka hingga penahanan kliennya.
Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Firman Wijaya, mengatakan pihaknya menghormati putusan yang telah dibacakan hakim.
Namun, dia mempertanyakan sejumlah pertimbangan hukum dalam putusan tersebut yang dinilai tidak selaras dengan temuan mengenai prosedur penanganan perkara.
Baca Juga:Alasan PN Jaksel Tolak Praperadilan Kedua Febrie Adriansyah, Dalil Dinilai Masuk Pokok Perkara
"Sebenarnya hakim praperadilan mengakui itu ya, ada penyimpangan-penyimpangan prosedural. Saya boleh katakan ini paradoks prosedural ya kan, yang sudah terlihat lewat bukti-bukti yang ada. Namun sepertinya itu dianggap nol, dan kemudian pertimbangan ahli juga tidak sama sekali dipertimbangkan," kata Firman seusai sidang putusan praperadilan di PN Jaksel, Kamis (28/8).
"Jadi, kami lihat satu sisi mengakui hakim praperadilan itu bahwa betul ada kesalahan-kesalahan, ketidakcermatan prosedural, tetapi ujungnya justru hakim justru memberikan judgment yang berbeda,” sambungnya.
Firman menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan sejumlah dokumen dan alat bukti yang dianggap menunjukkan adanya persoalan dalam proses penetapan status tersangka serta tindakan upaya paksa terhadap Febrie.
Argumentasi tersebut juga didukung dengan keterangan para ahli yang dihadirkan dalam persidangan.
Salah satu hal yang disoroti adalah penerapan Peraturan Jaksa (Perja) dalam proses penanganan perkara.
Firman menilai ketentuan internal tersebut seharusnya menjadi pedoman operasional yang wajib diperhatikan dalam menjalankan kewenangan penegakan hukum.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022