
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto. (Istimewa)
JawaPos.com - Tewasnya warga Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), bernama Bambang Setiawan dalam kerusuhan pasca aksi massa Kamis (27/8), harus cepat ditangani oleh Polda Metro Jaya. Siapa pun yang terlibat wajib diusut.
Pemerhati isu-isu kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menyampaikan bahwa penyidik kepolisian seharusnya tidak kesulitan menangani kasus itu. Sebab, kesaksian warga dan rekaman CCTV bisa menjadi petunjuk.
”Tidak terlalu sulit untuk mendeteksinya. Banyak CCTV di sekitar kompleks, dan kesaksian warga tentang kelompok orang yang melakukan kekerasan,” kata dia saat diwawancara pada Sabtu (29/8).
Menurut Bambang, jika polisi bisa menangkap ratusan terduga yang akan melakukan kerusuhan, maka akan lebih mudah menangkap pelaku yang sudah melakukan kerusuhan dan tindak kekerasan. Karena itu, dia menyebut, maksimal 3x24 jam mestinya sudah ada progres signifikan.
”Harusnya 1 x 24 jam untuk insiden seperti itu, maksimal 3 x 24 jam. Agar kalau diperlukan ekshumasi, masih lebih mudah otopsinya,” kata dia.
Baca Juga:Ramai di Media Sosial, Polisi Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Ormas dalam Kerusuhan di Pejompongan
Berkaitan dengan keluarga korban yang enggan melakukan otopsi jenazah dan belum melapor, Bambang menyatakan bahwa polisi tetap bisa melakukan langkah cepat. Sebab, kematian korban tidak wajar. Sehingga kasus itu bisa ditangan lewat laporan model A.
”Penundaan hanya akan semakin menyulitkan kepolisian sendiri untuk mendapat alat bukti berupa forensik hasil otopsi. Dan menunda olah TKP,” ujarnya.
Berkaitan dengan dugaan keterlibatan kelompok organisasi masyarakat (ormas) dalam kerusuhan yang berujung tewasnya korban, Bambang menegaskan kembali bahwa polisi harus menindak siapa pun yang terlibat. Jika penanganan kasusnya lambat, maka akan muncul persepsi Polda Metro Jaya melindungi pelaku.
”Semakin lama, hanya akan memunculkan persepsi bahwa PMJ melindungi pelaku tindak kekerasan, bahkan bisa menjadi bagian dari kekerasan itu sendiri,” tegasnya.
Aparat kepolisian berjanji mengusut penyebab tewasnya Bambang Setiawan. Warga Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), itu sempat hilang dan dicari oleh istrinya pada Kamis malam (27/8).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
