Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2026 | 18.19 WIB

Terungkap! ASN Komcad yang Meninggal dalam Latsarmil karena Heat Stroke Akibat Paparan Cuaca

Ilustrasi Jenazah. (ANTARA/Ardika/am) - Image

Ilustrasi Jenazah. (ANTARA/Ardika/am)

JawaPos.com - Tim Kesehatan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa mengungkap penyebab meninggalnya ASN Komcad bernama Vanreko Varkas Bagaskara pada Sabtu (26/9). Dia mengalami heat stroke di tengah-tengah menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Pembentukan Komcad ASN Gelombang 2.

Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman menyampaikan bahwa Vanreko sudah mendapatkan penanganan darurat sesaat setelah didiagnosa mengalami serangan penat panas atau heat stroke saat mengikuti rangkaian kegiatan di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

”Almarhum telah mendapatkan upaya pertolongan medis secara maksimal, terpadu, dan responsif, sejak timbulnya gejala awal di lapangan hingga penanganan rujukan intensif di ruang ICU,” kata dia pada Senin (28/9).

Berdasar keterangan Iman, peristiwa bermula pada Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, Vanreko menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil. Namun, ketika hendak memasuki sesi latihan kedua, yang bersangkutan mengeluhkan pandangan gelap serta pusing, hingga akhirnya kehilangan kesadaran.

Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan di bawah pimpinan dr. Iriane Dewi segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, menunjukkan kondisi hipotensi serta kenaikan suhu tubuh, yang mengindikasikan serangan heat stroke akibat respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan.

”Petugas lapangan langsung memberikan penanganan darurat berupa pendinginan atau kompres dingin, resusitasi cairan infus serta terapi oksigenasi sebelum merujuk almarhum ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma,” jelasnya.

Setibanya di IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa, tim dokter spesialis langsung melakukan penanganan komprehensif. Mulai observasi hemodinamik ketat, evaluasi fungsi organ, serta stabilisasi bantuan pernapasan. Observasi berkelanjutan dilakukan sampai pukul 19.00 WIB menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

”Pasien sempat sadar kembali, menunjukkan respons refleks spontan, serta memiliki tanda-tanda vital yang stabil,” imbuhnya.

Namun, lanjut Iman, pada Sabtu dini hari (26/9) sekitar pukul 04.30 WIB, terjadi dinamika kondisi kesehatan. Vanreko kejang berulang yang memicu penurunan kesadaran. Menurut dia, kondisi itu merupakan komplikasi sistemik dari heat stroke yang memengaruhi fungsi organ vital.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore