
Terdakwa mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (14/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Persidangan perkara dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, memasuki agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pada Rabu (14/10).
Dalam persidangan tersebut, pihak Febrie mempersoalkan sejumlah aspek dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Keberatan yang diajukan antara lain menyangkut kejelasan uraian perbuatan yang dituduhkan serta posisi pihak ketiga, termasuk Ferry Hongkiriwang alias Ferry Boboho dalam perkara tersebut.
Pengamat kebijakan publik Yanuar Wijanarko menilai, eksepsi yang disampaikan Febrie menyoroti sejumlah persoalan penting dalam konstruksi dakwaan.
Menurutnya, uraian perbuatan materiil dan keterkaitan antarpihak perlu dijelaskan secara terperinci agar tuduhan yang diajukan dapat diuji secara objektif di persidangan.
"Ketika konstruksi dakwaan mengasumsikan hubungan tanpa uraian perbuatan materil yang jelas, ditambah adanya teka-teki status pihak ketiga yang tidak ditarik secara proporsional, ini menunjukkan celah serius dalam ketelitian penuntutan. Rantai komando harus dibuktikan secara objektif, bukan sekadar berbasis asumsi," kata Yanuar kepada wartawan, Jumat (16/10).
Tim pembela Febrie dalam eksepsinya menilai surat dakwaan mengandung kelemahan formil maupun materiil.
Salah satu keberatan yang diajukan adalah dugaan obscuur libel, yakni dakwaan yang dinilai tidak disusun secara jelas dan cermat dalam menguraikan perbuatan yang dituduhkan kepada terdakwa.
Pihak Febrie juga mempertanyakan dasar tuduhan mengenai dugaan perintah kepada Ferry Boboho untuk memeras para pengusaha yang tengah berperkara di Kejaksaan Agung.
Menurut kubu pembela, hubungan antara pihak-pihak yang disebut dalam perkara tersebut perlu diterangkan secara jelas, termasuk mengenai peran masing-masing dalam rangkaian peristiwa yang didakwakan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022