
Ilustrasi pelaku penipuan digital. (Pexels/Tima Miroshnichenko)
JawaPos.com - Bagi yang memiliki akun perbankan dengan mendaftarkan nomor selular lama dan nomor itu tidak dipakai lagi perlu waspada. Terdapat penipuan digital yang memanfaatkan OTP (One-Time Password) dari nomor selular daur ulang.
Kasus sudah banyak dialami banyak nasabah perbankan karena nomor selularnya sudah lama tidak dipakai tetapi masih terdaftar dalam identitas akun perbankannya.
Koalisi Jaringan Advokasi Perlindungan Hak Warga Negara (Jagalah Warga) merilis fakta bahwa sebanyak 66% orang dewasa di Indonesia pernah menjadi korban penipuan digital dengan total kerugian secara nasional menembus angka Rp 9,1 triliun. Angka itu merupakan data dari Global Anti-Scam Alliance (GASA).
Koordinator Koalisi Jagalah Warga Halili Hasan dari SETARA Institute mengatakan, kode OTP dinilai sangat rentan disalahgunakan melalui nomor seluler daur ulang (recycled number). Hal itu telah menciptakan celah kejahatan siber yang membebankan kerugian penuh kepada nasabah perbankan maupun lembaga keuangan non bank.
"Situasi ini kian memprihatinkan," ujar Halili Hasan dalam diskusi publik di Jakarta pada Kamis (22/10).
Diskusi publik yang bertajuk "Membela Hak Publik: Kerentanan Warga Negara dalam Transaksi Digital" itu membedah ancaman ketimpangan perlindungan hukum dan pengabaian hak-hak warga negara dalam ekosistem transaksi perbankan.
Untuk diketahui, Koalisi Jagalah Warga gabungan NGO yang terdiri atas SETARA Institute, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), INKLUSIF, Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK), Media Link, Human Rights Working Group (HRWG), dan Imparsial.
Halili mengatakan bahwa masyarakat telah membayar biaya administrasi bulanan secara rutin. Seharusnya biaya administrasi bulanan memberikan jaminan atas keamanan sistem serta kualitas pelayanan yang mumpuni. Namun, pada kenyataannya hak nasabah atas perlindungan justru diabaikan saat terjadi transaksi tanpa izin.
Koordinator Koalisi Jagalah Warga Halili Hasan dari SETARA Institute (tengah). (Dok. Jagalah Warga untuk JawaPos.com)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022