Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Maret 2025 | 21.24 WIB

Orang yang Lihai Basa-basi Biasanya Menggunakan 8 Frasa Ini, Menurut Psikologi

 

Ilustrasi: Orang yang basa-basi. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Basa-basi sering dianggap sekadar obrolan ringan tanpa makna, tetapi dalam psikologi, keterampilan ini justru menunjukkan kecerdasan sosial yang tinggi. Orang yang lihai dalam basa-basi mampu membangun hubungan dengan cepat, mencairkan suasana, dan membuat lawan bicara merasa nyaman.

Mereka tidak sekadar berbicara asal-asalan, tetapi memilih kata-kata yang tepat untuk menarik perhatian dan menjaga percakapan tetap mengalir. Jika kamu sering mendengar frasa tertentu saat berbincang dengan seseorang yang pandai basa-basi, bisa jadi itu adalah strategi komunikasi yang efektif.

Dilansir dari geediting.com pada Minggu (2/3), diterangkan bahwa terdapat delapan frasa yang sering digunakan orang dengan kecerdasan dalam hal basa-basi saat berkomunikasi menurut psikologi.

  1. Bagaimana kamu mengenal [orang/tempat] ini?

Menemukan kesamaan adalah kunci membuka percakapan ringan yang mengalir. Pertanyaan sederhana tentang bagaimana seseorang mengenal orang lain atau tempat tertentu bisa menjadi pembuka yang sangat efektif, terutama di acara sosial atau jaringan kerja.

Ungkapan ini memberikan kesempatan bagi lawan bicara untuk berbagi cerita mereka, yang kemudian dapat berkembang secara alami ke berbagai topik lainnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa kamu memiliki ketertarikan tulus pada mereka, bukan sekadar berbasa-basi tanpa tujuan.

  1. Itu terdengar menarik—ceritakan lebih banyak!

Membuat orang lain merasa didengarkan adalah keterampilan penting dalam percakapan ringan. Ketika seseorang menyebutkan sesuatu secara singkat, alih-alih hanya merespon “Oh, keren” dan beralih ke topik lain, cobalah ungkapan “Itu terdengar menarik—ceritakan lebih banyak!”

Dorongan kecil ini bisa membuat perbedaan besar karena menunjukkan ketertarikan tulus pada pengalaman mereka. Orang senang berbicara tentang pengalaman mereka, tetapi terkadang mereka membutuhkan sedikit dorongan. Ungkapan seperti ini membuat mereka merasa dihargai dan menjaga percakapan tetap mengalir secara alami.

  1. Aku benar-benar mengerti maksudmu

Koneksi atas pengalaman bersama dapat membuat percakapan menjadi jauh lebih mudah dan akrab. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa dipahami, otak mereka melepaskan oksitosin—hormon yang terkait dengan kepercayaan dan ikatan sosial.

Ungkapan sederhana seperti “Aku benar-benar mengerti maksudmu” bisa membuat perbedaan besar karena meyakinkan lawan bicara bahwa mereka tidak sendirian dalam pemikiran atau perasaan mereka. Kamu tidak perlu selalu setuju dengan semua yang mereka katakan, tetapi mengakui sudut pandang mereka membuat interaksi terasa lebih alami dan menarik.

  1. Bagaimana pendapatmu tentang itu?

Percakapan ringan yang baik tidak hanya tentang menjaga pembicaraan tetap berlanjut tetapi juga membuatnya bermakna. Mengundang orang lain untuk berbagi pemikiran mereka dengan ungkapan seperti “Bagaimana pendapatmu tentang itu?” menunjukkan bahwa kamu menghargai pendapat mereka dan mendorong mereka untuk mengekspresikan diri.

Orang menikmati percakapan di mana mereka merasa didengar dan dihormati. Daripada hanya mengajukan pertanyaan ya-atau-tidak, ungkapan ini membuka pintu untuk diskusi yang lebih dalam, bahkan dalam situasi santai. Ini juga berfungsi dengan baik jika percakapan mulai tersendat.

  1. Itu pasti sangat [menyenangkan/membuat frustrasi/dll] untukmu

Terkadang cara terbaik untuk menjaga percakapan adalah dengan mengakui apa yang baru saja dikatakan seseorang dengan cara yang bermakna. Ketika seseorang membagikan sesuatu tentang hidup mereka, baik itu menyenangkan, membuat frustrasi, atau menantang, mereka sering mencari lebih dari sekadar anggukan sopan.

Ungkapan seperti “Itu pasti sangat menyenangkan untukmu” atau “Itu pasti sangat membuat frustrasi” menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan dan peduli pada pengalaman mereka. Semua orang ingin merasa dipahami, dan ketika kamu mengambil waktu untuk mengenali emosi mereka, percakapan terasa lebih tulus dan dapat mengubah obrolan ringan menjadi koneksi nyata.

  1. Dulu aku berpikir [X], tapi kemudian aku belajar [Y]

Berbagi bagaimana pandanganmu telah berubah seiring waktu dapat membuat percakapan lebih hidup dan dinamis. Mengungkapkan “Dulu aku berpikir [X], tapi kemudian aku belajar [Y]” menunjukkan bahwa kamu terbuka pada ide-ide baru dan bersedia untuk berkembang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore