
Ilustrasi seorang pria diam-diam selingkuh. (Freepik)
JawaPos.com – Perselingkuhan tidak terjadi begitu saja. Biasanya ada tanda-tanda perilaku halus yang muncul jauh sebelum seseorang benar-benar berbuat hal tercela tersebut.
Pria yang selalu berakhir dengan perselingkuhan cenderung memiliki pola tertentu dalam cara mereka bertindak dalam hubungan. Perilaku ini mungkin tidak tampak seperti tanda bahaya pada awalnya, tetapi seiring waktu, mereka mulai menunjukkan gambaran yang lebih jelas.
Dilansir dari laman Geediting, berikut 5 perilaku pria yang sering melakukan perselingkuhan, salah satunya bersikap defensif.
1. Mudah untuk bermain-main
Beberapa pria tampaknya tidak bisa berkomitmen sepenuhnya, bahkan saat mereka sedang menjalin hubungan. Mereka mungkin berkata mereka sudah siap, tetapi tindakan mereka menunjukkan hal yang berbeda.
Mereka adalah orang-orang yang selalu menjauh dari orang lain. Mereka terlalu banyak menggoda, menjalin hubungan dekat dengan mantan, atau menggunakan aplikasi kencan hanya untuk bersenang-senang.
Awalnya, hal ini mungkin tampak tidak berbahaya bahkan mungkin normal. Namun seiring berjalannya waktu, pola ini mengungkap masalah yang lebih dalam: mereka tidak pernah benar-benar menutup kemungkinan lain.
Saat ketika seseorang selalu menjaga pilihannya terbuka, hanya masalah waktu sebelum mereka memilih satu.
2. Bersikap defensif
Sikap defensif itu adalah tanda bahaya yang besar. Orang yang tidak punya sesuatu untuk disembunyikan tidak akan bereaksi berlebihan terhadap pertanyaan-pertanyaan mendasar. Namun, ketika seseorang bersikap rahasia, bahkan percakapan yang tidak berbahaya pun dapat terasa seperti ancaman bagi mereka.
3. Menginginkan validasi secara konstan
Beberapa pria memiliki kebutuhan tak terbatas akan perhatian dan kekaguman, serta tidak peduli seberapa banyak yang mereka dapatkan, itu tidak akan pernah cukup. Mereka menyukai pujian, rayuan, dan perasaan diinginkan terkadang dari banyak orang sekaligus.
Psikolog menggambarkan hal ini sebagai tanda rendahnya harga diri atau bahkan kecenderungan narsistik. Ketika seseorang mengandalkan validasi eksternal untuk merasa senang dengan dirinya sendiri, mereka mungkin mencarinya di mana pun mereka dapat menemukannya, bahkan di luar hubungan sahmereka.
Awalnya, mungkin tampak seperti pesona yang tidak berbahaya. Namun seiring waktu, keinginan untuk diakui ini dapat berubah menjadi pola mencari perhatian dengan cara yang melewati batas. Lalu ketika kekaguman dari satu orang tidak lagi terasa cukup, mereka mulai mencari ke tempat lain.
4. Menuduh pasangan sahnya cemburu dan posesif

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
