
Ilustrasi tujuh kebiasaan yang dimiliki oleh orang-orang yang terus maju, meskipun mereka kehilangan orang tuanya.. (Pexels/cottonbro studio)
JawaPos.com - Terkadang, hidup terasa tidak nyata setelah Anda kehilangan orang tua. Anda meneruskan hari Anda, lalu sebuah pikiran atau kenangan sekilas muncul di benar Anda, yang mengingatkan bahwa mereka benar-benar telah tiada.
Ini tidah mudah, dan tidak ada batas waktu untuk proses berkabung. Namun, banyak individu yang tidak lagi dikelilingi orang tua mengembangkan kebiasaan yang berbeda.
Sebagian orang mungkin akan mengatakan itu adalah upaya bertahan hidup, sebagian lainnya menyebutnya sebagai bentuk ketahanan, atau bahkan penghargaan atas cinta yang pernah mereka miliki.
Dilansir dari Geediting, inilah tujuh kebiasaan yang dimiliki oleh orang-orang yang terus maju, meskipun mereka kehilangan orang tuanya.
1. Membiarkan dirinya memiliki momen untuk mengenang
Mereka sering menyisihkan waktu, betapapun singkatnya, untuk mengenang kenangan orang tua mereka. Kadang-kadang mengunjungi rumah keluarga, membolak-balik foto lama, atau menyalakan lilin pada tanggal-tanggal khusus.
Ada pula orang yang menyimpan barang berharga, jam tangan, catatan tulisan tangan, di tempat yang bisa mereka lihat setiap hari. Sedangkan yang lain mungkin memainkan lagu kesukaan ibu mereka atau memasak hidangan yang disukai ayah mereka.
Sekalipun mereka menatap masa depan dalam hidup, mereka secara sadar membiarkan diri mereka melihat ke belakang juga. Ini adalah kebiasaan yang berakar pada penerimaan: Anda tidak bisa berpura-pura orang tua Anda tidak pernah ada atau menghilangkan kesedihan.
2. Memupuk ikatan 'keluarga pilihan'
Ketika orang tua meninggal, tiba-tiba muncul kesadaran bahwa sistem pendukung seseorang telah menyusut. Sebagai tanggapannya, orang-orang dalam situasi ini sering kali berupaya ekstra untuk memperkuat hubungan dengan teman, saudara kandung, atau mentor yang terasa seperti keluarga.
Bagi sebagian orang, ini adalah soal menemukan kembali saudara jauh atau menjalin persahabatan baru yang memiliki kedalaman kekerabatan. Tentu saja mereka tidak menggantikan orangtua, tetapi mereka mengisi kekosongan emosional tertentu yang ditinggalkan.
Tanpa orangtua yang menjadi landasan, kita mungkin mencari rasa “rumah” itu pada sosok-sosok lain yang hangat dan dapat diandalkan.
3. Mempraktikkan perawatan diri yang proaktif
Orang-orang yang kehilangan orang tua terkadang memiliki pola pikir, "Sekarang aku harus mengurus diriku sendiri." Seolah-olah mereka menyadari bahwa jaring pengaman yang pernah mereka andalkan tidak ada lagi.
Bagi sebagian orang, ini berarti waspada terhadap pemeriksaan kesehatan, manajemen stres, atau tetap aktif secara fisik. Ini bukan hanya tentang hidup lebih lama.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
