Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 03.43 WIB

Penuh Tipu Daya! 7 Trik Psikologis yang Digunakan Wanita Narsistik untuk Menguasai dan Memanipulasi Anda

Ilustrasi  trik psikologis yang digunakan wanita narsis untuk menguasai dan mengendalikan orang lain tanpa mereka sadari. (Freepik) - Image

Ilustrasi trik psikologis yang digunakan wanita narsis untuk menguasai dan mengendalikan orang lain tanpa mereka sadari. (Freepik)

JawaPos.Com - Dalam sebuah hubungan, kita menginginkan keseimbangan antara memberi dan menerima, namun hal itu bisa menjadi mustahil ketika berhadapan dengan seseorang dengan kepribadian narsistik.

Wanita dengan sifat narsistik memiliki berbagai trik manipulatif yang membuat pasangan atau orang-orang di sekitarnya tetap berada di bawah kendalinya. 

Dengan keahlian mereka dalam permainan psikologis, korban sering kali tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanipulasi hingga semuanya sudah terlambat. 

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh trik psikologis yang digunakan wanita narsistik untuk menguasai dan mengendalikan orang lain tanpa mereka sadari.

1) Penipuan Gas (Gaslighting)

Gaslighting atau penipuan gas adalah salah satu trik manipulasi utama yang digunakan oleh wanita narsistik untuk membuat Anda meragukan realitas dan ingatan Anda sendiri. 

Ini adalah bentuk pelecehan psikologis yang sangat merusak karena dapat membuat korban kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri.

Misalnya, jika Anda mengingat suatu kejadian dengan jelas, mereka akan bersikeras bahwa itu tidak pernah terjadi atau bahwa Anda hanya membayangkannya. 

Jika Anda menangkap mereka berbohong atau melakukan sesuatu yang salah, mereka akan membelokkan percakapan dengan mengatakan bahwa Anda terlalu sensitif atau terlalu banyak berpikir. 

Mereka bahkan mungkin memanipulasi bukti atau kesaksian orang lain untuk membuat Anda merasa bingung dan kehilangan pegangan atas kenyataan.

Seiring waktu, korban gaslighting menjadi sangat ragu-ragu dan mulai mengandalkan pelaku untuk mendapatkan validasi atas pemikiran dan emosi mereka. 

Ini menciptakan ketergantungan emosional yang memudahkan pelaku untuk mengendalikan korban lebih jauh.

2) Bermain sebagai Korban

Wanita narsistik sering kali memainkan peran sebagai korban dalam berbagai situasi, bahkan ketika merekalah yang sebenarnya bersalah. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore