
Ilustrasi seorang pria yang masih lebih mudah mendapat pekerjaan dibandingkan perempuan. (Freepik)
JawaPos.com - Kesetaraan gender di dunia kerja masih menjadi tantangan besar. Hingga kini, pria masih lebih mungkin mendapatkan pekerjaan dibandingkan perempuan.
Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari berbagai faktor sosial, budaya, dan struktural yang telah mengakar dalam sistem perekrutan dan dunia kerja.
Lantas, apa saja alasan di balik kesenjangan ini? Dilansir dari Geediting pada Senin (24/3), berikut delapan faktor utama yang membuat pria lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibandingkan perempuan.
1. Bias Tidak Disadari
Tanpa disadari, bias dalam proses perekrutan masih kerap terjadi. Meski kesadaran akan kesetaraan gender semakin meningkat, banyak keputusan perekrutan masih dipengaruhi oleh persepsi lama yang menguntungkan pria.
Misalnya, dalam posisi kepemimpinan, pria sering kali dianggap lebih cocok dibandingkan perempuan. Padahal, hal ini bukan karena pria memiliki keterampilan kepemimpinan yang lebih baik, melainkan karena stereotip yang sudah melekat di masyarakat.
Akibatnya, meskipun perempuan memiliki kualifikasi yang sama, pria tetap dipandang sebagai pilihan yang lebih aman.
2. Kesenjangan Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri memainkan peran besar dalam dunia kerja. Pria cenderung lebih percaya diri dalam menilai kemampuan mereka, sementara perempuan lebih sering meragukan diri sendiri.
Banyak perempuan menunda melamar pekerjaan jika merasa tidak memenuhi semua persyaratan, sementara pria lebih berani mencoba meski belum sepenuhnya memenuhi kriteria. Ini membuat pria lebih banyak mendapatkan kesempatan dibandingkan perempuan.
3. Pengaruh Bahasa dalam Iklan Lowongan Kerja
Tanpa disadari, bahasa yang digunakan dalam lowongan pekerjaan bisa memengaruhi siapa yang tertarik melamar. Kata-kata seperti "kompetitif", "tangguh", atau "berorientasi pada hasil" cenderung diasosiasikan dengan karakter maskulin.
Sebaliknya, istilah seperti "kolaboratif" atau "peduli" lebih sering dikaitkan dengan sifat feminin. Akibatnya, banyak perempuan merasa pekerjaan tersebut bukan untuk mereka, meskipun sebenarnya mereka memiliki kualifikasi yang cukup.
4. Jaringan dan Mentorship
Dalam dunia kerja, jaringan profesional sangat berperan penting. Pria telah lebih lama mendominasi dunia kerja, sehingga mereka memiliki lebih banyak koneksi dan mentor yang dapat membantu perkembangan karier mereka.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
