Ilustrasi seseorang yang sedang gelisah di tempat tidur pada malam hari (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Malam hari seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Namun, bagi sebagian orang, malam justru menjadi saat-saat yang penuh dengan kecemasan. Perasaan khawatir dan gelisah seringkali muncul tanpa alasan yang jelas, membuat tidur menjadi tidak nyenyak.
Dilansir dari laman Geediting.com, Selasa (1/4), psikologi mengatakan ada beberapa perilaku umum yang sering dilakukan oleh orang yang mengalami kecemasan di malam hari. Kebiasaan-kebiasaan ini tanpa disadari dapat memicu atau memperburuk perasaan cemas. Mengenali perilaku ini bisa menjadi langkah awal untuk mengatasi masalah kecemasan di malam hari.
1. Terlalu Banyak Menggunakan Media Sosial Sebelum Tidur
Kebiasaan menggunakan media sosial sebelum tidur sangat umum di era digital ini. Namun, paparan terhadap berbagai informasi dan perbandingan sosial di media sosial dapat memicu perasaan cemas. Melihat unggahan orang lain yang tampak bahagia dan sukses bisa membuat seseorang merasa tertinggal atau tidak cukup baik.
Selain itu, cahaya biru dari layar perangkat elektronik juga dapat mengganggu produksi hormon melatonin. Hormon ini penting untuk mengatur siklus tidur, sehingga penggunaannya sebelum tidur dapat memperburuk kualitas tidur dan meningkatkan kecemasan.
2. Memikirkan Pekerjaan atau Masalah Pribadi di Tempat Tidur
Tempat tidur seharusnya menjadi zona relaksasi dan istirahat. Namun, banyak orang justru membawa pikiran tentang pekerjaan atau masalah pribadi ke tempat tidur. Aktivitas mental yang tinggi sebelum tidur dapat membuat otak tetap aktif dan sulit untuk rileks.
Memikirkan masalah saat berbaring di tempat tidur seringkali tidak menghasilkan solusi yang konstruktif. Sebaliknya, hal ini justru dapat memicu kekhawatiran yang berlebihan dan membuat sulit untuk tidur nyenyak.
3. Mengonsumsi Kafein atau Alkohol di Malam Hari
Kafein adalah stimulan yang dapat meningkatkan detak jantung dan membuat seseorang merasa lebih waspada. Mengonsumsi minuman berkafein di malam hari dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk rileks dan tertidur. Efek stimulan ini bisa bertahan beberapa jam dalam tubuh.
Alkohol mungkin awalnya terasa menenangkan, namun dapat mengganggu siklus tidur di paruh kedua malam. Setelah efek sedatifnya hilang, seseorang mungkin akan terbangun dengan perasaan cemas dan gelisah.
4. Pola Tidur yang Tidak Teratur
Pola tidur yang tidak teratur dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh. Ritme ini adalah jam internal tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Ketika pola tidur tidak konsisten, tubuh akan kesulitan untuk memprediksi kapan waktunya untuk tidur dan bangun.
Hal ini dapat menyebabkan kesulitan tidur, tidur tidak nyenyak, dan perasaan cemas di malam hari. Usahakan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
