
Ilustrasi tujuh hal yang umum dialami orang-orang yang tidak suka merayakan ulang tahun saat tumbuh dewasa./Pexels.
JawaPos.com - Meskipun sebuah perayaan, momen ulang tahun tidak membuat semua orang menyukainya.
Sering kali mereka yang tidak menyukai hari ulang tahunnya sendiri memiliki beberapa pengalaman bersama dari masa lalu yang mengarahnnya mereka untuk tidak menyukainya.
Ini bukan tentang menjadi orang yang merusak pesta atau orang yang suka bersenang-senang. Biasanya ada alasan yang lebih dalam di balik keengganan mereka terhadap perayaan ulang tahun.
Dilansir dari Geediting, inilah tujuh hal yang umum dialami orang-orang yang tidak suka merayakan ulang tahun saat tumbuh dewasa.
1. Ulang tahunnya diabaikan
Satu benang merah yang tampak terjalin dalam kehidupan orang-orang yang tidak suka merayakan ulang tahun mereka sendiri adalah masa lalu yang berisi pengabaian tentang hari ulang tahunnya.
Saat tumbuh dewasa, hari istimewa mereka mungkin tidak diperlakukan seperti itu. Barangkali mereka merupakan bagian dari keluarga besar yang sumber dayanya terbatas, atau mereka berulang tahun berdekatan dengan hari libur besar sehingga perayaan mereka pun menjadi sia-sia.
Apa pun alasannya, kurangnya pengakuan pada tahun-tahun pembentukan diri mereka sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman saat merayakan ulang tahun di masa dewasa.
2. Tekanan untuk bahagia
Saat tumbuh dewasa, ada aturan tak tertulis bahwa pada hari ulang tahun, Anda harus berada dalam suasana hati yang penuh perayaan, apa pun yang terjadi. Harapan akan kegembiraan dan keceriaan yang terus-menerus terkadang terasa menyesakkan.
Jika Anda tidak merasa sangat gembira, Anda justru disambut dengan ketidaksetujuan atau kekecewaan dari orang lain. Tekanan untuk menunjukkan wajah bahagia, bahkan saat Anda mungkin tidak dalam kondisi terbaik, menambah stres yang tidak diinginkan pada hari ulang tahun.
Akibatnya, saat ulang tahun Anda tiba sekarang, Anda lebih suka menjaga suasana tetap tenang dan bebas tekanan.
3. Tumbuh dalam budaya tidak dirayakan
Dalam beberapa budaya di seluruh dunia, ulang tahun tidak diberi penekanan yang sama seperti di Barat. Misalnya, di beberapa bagian Tiongkok, ulang tahun tidak dirayakan hingga seseorang mencapai usia 60 tahun, yang dianggap sebagai awal siklus kehidupan baru.
Orang-orang dengan latar belakang budaya ini mungkin tidak melihat perlunya perayaan tahunan, dan bahkan mungkin menganggapnya agak asing atau tidak nyaman. Pengaruh budaya ini dapat terbawa hingga dewasa, yang menyebabkan kurangnya antusiasme terhadap perayaan ulang tahun mereka sendiri.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
