
Perilaku orang yang kurang empati pada orang lain menurut psikologi. (Freepik/freepik)
JawaPos.com – Empati adalah kemampuan memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain, namun tidak semua orang memilikinya secara mendalam. Psikologi mengidentifikasi beberapa tanda perilaku yang menunjukkan kurangnya rasa tersebut.
Memahami tanda tentang empati ini dapat membantu mengenali perilaku yang mungkin merugikan hubungan sosial dan emosional di sekitarmu.
Dilansir dari geediting.com pada Minggu (8/6), diterangkan bahwa terdapat tujuh tanda perilaku orang yang sangat kurang dalam hal empati kepada orang lain menurut Psikologi.
Orang dengan empati rendah umumnya kesulitan untuk terhubung secara emosional dengan orang lain dalam percakapan. Meski mereka hadir secara fisik, namun secara emosional mereka seperti berada di tempat yang jauh dan terpisah.
Psikologi menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena mereka gagal menempatkan diri dalam posisi orang lain secara emosional, yang merupakan komponen kunci dari empati. Ketidakmampuan membayangkan bagaimana perasaan orang lain ini membuat lawan bicara mereka sering merasa tidak didengar dan tidak dihargai perasaannya.
Ketika berbicara dengan orang yang kurang berempati, mereka cenderung selalu mengarahkan pembicaraan kembali ke diri mereka sendiri. Mereka jarang terlibat penuh dalam percakapan yang tidak berkaitan langsung dengan diri mereka.
Setiap cerita atau keluhan yang kamu sampaikan akan berubah menjadi monolog tentang kehidupan mereka sendiri, yang membuat interaksi terasa melelahkan dan tidak berarti. Pengalaman berbicara dengan mereka sangat bertolak belakang dengan apa yang dikatakan psikolog Carl Rogers tentang pentingnya mendengarkan tanpa menghakimi
Orang dengan tingkat empati rendah sering kesulitan untuk mengakui keberhasilan orang lain, seolah-olah memuji prestasi orang lain akan mengurangi pencapaian mereka sendiri. Ketika mereka memberikan pujian, kata-kata yang keluar terkesan dipaksakan atau tidak tulus, seperti membaca naskah daripada berbicara dari hati.
Pujian yang mereka berikan terasa dangkal atau bahkan bermakna ganda, yang membuat penerima pujian merasa bingung atau tidak nyaman. Hal ini menunjukkan kesulitan mereka dalam membangun koneksi emosional yang sehat.
Orang-orang dengan empati rendah seringkali tidak dapat menangkap ekspresi wajah, bahasa tubuh, atau nada suara yang menunjukkan perasaan orang lain. Mereka bisa terus berdebat tanpa menyadari bahwa audiensnya sudah terlihat tidak nyaman atau tidak tertarik.
Penelitian dalam jurnal “Brain and Cognition” membuktikan bahwa individu dengan empati rendah mengalami kesulitan mengenali emosi orang lain berdasarkan sinyal non-verbal. Ketidakmampuan membaca isyarat non-verbal ini sering menyebabkan interaksi yang canggung dan kesalahpahaman dalam komunikasi.
Saat seseorang sedang mengalami kesulitan atau kesedihan, orang dengan empati rendah kesulitan memberikan penghiburan yang tepat. Alih-alih menawarkan kata-kata yang menghibur atau sekadar hadir mendampingi, mereka cenderung mengabaikan perasaan orang tersebut dan menyuruhnya untuk segera move on.
Respons mereka bukan karena tidak peduli, tetapi karena kesulitan memahami dan berbagi perasaan orang lain, terutama ketika perasaan tersebut bersifat negatif. Hal ini membuat orang yang sedang kesulitan merasa semakin terpuruk karena tidak mendapat dukungan emosional yang dibutuhkan.
Orang dengan empati rendah sering gagal membaca “suasana emosional” dalam situasi sosial. Mereka bisa membuat lelucon tidak pantas di pemakaman atau bertindak tidak sesuai dengan situasi yang sedang berlangsung.
Baron-Cohen, seorang psikolog ternama, menyatakan bahwa empati seperti pelarut universal yang membuat setiap masalah menjadi dapat diselesaikan. Namun bagi mereka yang kesulitan berempati, mereka sering gagal memahami dan menyesuaikan diri dengan konteks emosional dari berbagai situasi sosial.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
