Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Juni 2025 | 19.46 WIB

7 Situasi dalam Hidup Dimana Sedikit Egois itu Baik Menurut Psikologi, Saat Apa Saja?

Situasi hidup yang dianjurkan sedikit egois menurut Psikologi - Image

Situasi hidup yang dianjurkan sedikit egois menurut Psikologi

JawaPos.com – Banyak yang menganggap egois sebagai sifat negatif yang harus dihindari. Namun, dalam beberapa situasi tertentu, sedikit egois justru bisa membawa dampak positif bagi kesejahteraan diri sendiri.

Psikologi menyoroti bahwa ada momen-momen dalam hidup di mana menempatkan diri sendiri sebagai prioritas alias egois bukanlah kesalahan, melainkan kebutuhan. Dari menjaga kesehatan mental hingga melindungi batasan pribadi, sikap ini bisa membantu seseorang menjalani hidup yang lebih seimbang dan sehat.

Dilansir dari geediting.com pada Minggu (22/6), diterangkan bahwa terdapat tujuh situasi dalam hidup ini yang mana menjadi sedikit egois adalah sesuatu yang baik dilakukan menurut Psikologi.

1. Mengutamakan kesehatan mental

Kesehatan mental merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang diungkapkan psikolog ternama Carl Rogers, paradoks yang menarik adalah ketika kita menerima diri apa adanya, justru saat itulah kita bisa berubah.

Menerima diri termasuk mengakui kebutuhan-kebutuhan pribadi dan memastikan bahwa kebutuhan tersebut terpenuhi dengan baik.

Terkadang ini berarti berani mengatakan “tidak” pada undangan keluar ketika merasa lelah secara mental, atau menetapkan batasan tegas dengan rekan kerja atau teman yang terlalu menuntut.

2. Menomorsatukan perawatan diri

Perawatan diri bukanlah tindakan mementingkan diri sendiri, melainkan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi. Saat kita terus-menerus bergerak memenuhi ekspektasi dan tuntutan orang lain, kita bisa kehilangan motivasi dan merasa terkuras energinya.

Waktu untuk diri sendiri - entah itu berlari pagi, membaca buku, atau sekadar menikmati secangkir kopi dengan tenang - bisa membawa perubahan besar dalam hidup. Menciptakan ruang khusus untuk perawatan diri setiap hari bisa mengubah cara pandang terhadap kehidupan secara fundamental.

3. Menetapkan batasan personal

Menetapkan batasan personal memang tidak mudah dan seringkali melibatkan percakapan yang tidak nyaman serta risiko mengecewakan orang lain. Dr. Henry Cloud, seorang psikolog terkenal, menegaskan bahwa batasan mendefinisikan siapa kita - batasan menunjukkan di mana kita berakhir dan di mana orang lain dimulai.

Orang-orang, termasuk diri kita sendiri, sering kali berusaha terlalu keras untuk menyenangkan orang lain hingga mengorbankan kebahagiaan pribadi. Ketika kita mulai menetapkan batasan yang jelas, kita juga mulai lebih menghargai diri sendiri.

4. Melepaskan hubungan beracun

Meninggalkan hubungan yang lebih banyak menguras energi daripada memberikan kebaikan bukanlah hal yang egois. Memang sulit untuk menerima bahwa tidak semua hubungan ditakdirkan untuk bertahan selamanya, terutama ketika kita sudah banyak berinvestasi di dalamnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore