
Situasi hidup yang dianjurkan sedikit egois menurut Psikologi
JawaPos.com – Banyak yang menganggap egois sebagai sifat negatif yang harus dihindari. Namun, dalam beberapa situasi tertentu, sedikit egois justru bisa membawa dampak positif bagi kesejahteraan diri sendiri.
Psikologi menyoroti bahwa ada momen-momen dalam hidup di mana menempatkan diri sendiri sebagai prioritas alias egois bukanlah kesalahan, melainkan kebutuhan. Dari menjaga kesehatan mental hingga melindungi batasan pribadi, sikap ini bisa membantu seseorang menjalani hidup yang lebih seimbang dan sehat.
Dilansir dari geediting.com pada Minggu (22/6), diterangkan bahwa terdapat tujuh situasi dalam hidup ini yang mana menjadi sedikit egois adalah sesuatu yang baik dilakukan menurut Psikologi.
1. Mengutamakan kesehatan mental
Kesehatan mental merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang diungkapkan psikolog ternama Carl Rogers, paradoks yang menarik adalah ketika kita menerima diri apa adanya, justru saat itulah kita bisa berubah.
Menerima diri termasuk mengakui kebutuhan-kebutuhan pribadi dan memastikan bahwa kebutuhan tersebut terpenuhi dengan baik.
Terkadang ini berarti berani mengatakan “tidak” pada undangan keluar ketika merasa lelah secara mental, atau menetapkan batasan tegas dengan rekan kerja atau teman yang terlalu menuntut.
2. Menomorsatukan perawatan diri
Perawatan diri bukanlah tindakan mementingkan diri sendiri, melainkan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi. Saat kita terus-menerus bergerak memenuhi ekspektasi dan tuntutan orang lain, kita bisa kehilangan motivasi dan merasa terkuras energinya.
Waktu untuk diri sendiri - entah itu berlari pagi, membaca buku, atau sekadar menikmati secangkir kopi dengan tenang - bisa membawa perubahan besar dalam hidup. Menciptakan ruang khusus untuk perawatan diri setiap hari bisa mengubah cara pandang terhadap kehidupan secara fundamental.
3. Menetapkan batasan personal
Menetapkan batasan personal memang tidak mudah dan seringkali melibatkan percakapan yang tidak nyaman serta risiko mengecewakan orang lain. Dr. Henry Cloud, seorang psikolog terkenal, menegaskan bahwa batasan mendefinisikan siapa kita - batasan menunjukkan di mana kita berakhir dan di mana orang lain dimulai.
Orang-orang, termasuk diri kita sendiri, sering kali berusaha terlalu keras untuk menyenangkan orang lain hingga mengorbankan kebahagiaan pribadi. Ketika kita mulai menetapkan batasan yang jelas, kita juga mulai lebih menghargai diri sendiri.
4. Melepaskan hubungan beracun
Meninggalkan hubungan yang lebih banyak menguras energi daripada memberikan kebaikan bukanlah hal yang egois. Memang sulit untuk menerima bahwa tidak semua hubungan ditakdirkan untuk bertahan selamanya, terutama ketika kita sudah banyak berinvestasi di dalamnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
