
Ilustrasi seseorang yang menunjukkan ekspresi terganggu oleh suara di sekitarnya, merefleksikan reaksi terhadap misofonia./Freepik
JawaPos.com - Suara kunyahan yang keras seringkali menjadi pemicu kejengkelan bagi sebagian orang. Ini bukan hanya sekadar "mudah terganggu," melainkan dapat menjadi tanda sebuah kondisi yang dikenal sebagai misofonia. Misofonia adalah reaksi emosional kuat terhadap suara pemicu tertentu.
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang sangat terganggu oleh suara mengunyah memiliki beberapa karakteristik unik. Melansir dari Geediting.com Jumat (18/7), psikologi menyebutkan ada enam sifat khas ini. Mengenali ciri-ciri ini penting untuk memahami respons diri Anda.
Radar Sensorik yang Sangat Halus
Otak Anda mampu mendaftarkan rangsangan halus yang mungkin terlewatkan oleh orang lain. Penelitian menunjukkan adanya penurunan "gerbang sensorik." Ini adalah filter neurologis yang biasanya membungkam masukan tidak relevan.
Reaktivitas Emosional yang Tinggi
Suara kunyahan tidak sekadar mengganggu Anda. Ini dapat memicu kemarahan, rasa jijik, atau bahkan kepanikan dalam hitungan milidetik. Sistem saraf Anda mungkin telah dipersiapkan untuk lonjakan emosional yang kuat.
Perhatian Selektif yang Tajam
Anda memiliki kemampuan luar biasa untuk menyaring dan fokus pada detail tertentu. Suara mengunyah yang seharusnya tidak relevan bisa langsung menembus kesadaran Anda. Perhatian selektif Anda sangat kuat pada pemicu suara ini.
Baca Juga: Tanda-Tanda Seseorang Punya Energi Polaritas Kuat Menurut Psikologi, Pahami Cirinya
Batas Pribadi Kuat dan Menghormati Ruang
Banyak penderita misofonia merasakan suara orang lain "menyerbu" kepala mereka. Mereka mengembangkan kesadaran tajam terhadap ruang pribadi dan batasan diri. Ini berlaku untuk diri sendiri dan juga orang lain.
Empati Mendalam dan Penyesuaian Sosial
Meskipun terdengar tidak masuk akal bahwa seseorang yang marah oleh suara kunyahan bisa sangat empati, survei menunjukkan empati afektif tinggi pada kelompok misofonia. Ini terutama berlaku untuk subtipe yang terkait dengan suara interpersonal seperti napas atau decakan bibir.
Loop Kewaspadaan Kecemasan yang Meningkat
Misofonia memiliki korelasi signifikan dengan kecemasan umum dan PTSD. Peneliti menduga adanya koneksi biologis yang sama. Ini melibatkan sistem kewaspadaan yang tinggi untuk memindai potensi ancaman, termasuk suara ringan sekalipun.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
