
Ilustrasi tidak percaya diri (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa tidak percaya diri dengan penampilan sendiri, meski orang lain menganggap Anda baik-baik saja?
Jika perasaan tersebut muncul terus-menerus dan membuat Anda gelisah, bisa jadi itu adalah tanda dari gangguan dismorfik tubuh.
Ini bukan sekadar ketidakpuasan biasa terhadap penampilan, melainkan kondisi serius yang berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup Anda secara menyeluruh.
Gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD) adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang terus-menerus fokus pada bagian tubuh tertentu yang dianggap cacat, meskipun sebenarnya tidak ada yang salah secara fisik.
Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa malu, menarik diri dari pergaulan, bahkan melakukan tindakan ekstrem untuk mengubah penampilan.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang gejala, penyebab, cara diagnosis, serta langkah perawatan yang dapat dilakukan untuk membantu Anda atau orang terdekat menghadapi BDD yang dirangkum dari Cleveland Clinic pada Selasa (22/07).
Memahami kondisi ini adalah langkah awal untuk menciptakan hidup yang lebih sehat secara mental dan emosional.
1. Mengenali Gejala Gangguan Dismorfik Tubuh
Gejala BDD tidak selalu mudah dikenali, karena sering kali tersembunyi di balik rutinitas sehari-hari yang tampak wajar.
Anda mungkin menghabiskan waktu lama di depan cermin, menggunakan filter berlebihan saat berfoto, atau bahkan menolak diajak berfoto sama sekali.
Gejala utama dari BDD adalah kekhawatiran ekstrem terhadap satu atau lebih bagian tubuh yang dianggap cacat.
Kecemasan ini kemudian berkembang menjadi perilaku kompulsif, seperti memeriksa penampilan secara berulang, mengganti pakaian berkali-kali, hingga menghindari interaksi sosial karena takut dinilai orang lain.
Dalam beberapa kasus, penderita bisa mengalami serangan panik saat melihat bayangan dirinya sendiri, atau merasa jijik dengan tubuhnya sendiri.
Perlu diketahui bahwa gejala ini dapat muncul sejak usia remaja dan berkembang secara perlahan. Semakin lama dibiarkan, gangguan ini akan semakin mengganggu kehidupan pribadi dan profesional Anda.
Oleh karena itu, penting untuk waspada terhadap perubahan perilaku yang berkaitan dengan penampilan fisik.
2. Penyebab dan Faktor Risiko yang Memicu BDD
Penyebab pasti dari BDD belum diketahui secara menyeluruh, namun para ahli meyakini bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi antara faktor genetik, psikologis, dan lingkungan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
