Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Agustus 2025 | 23.41 WIB

Mengapa Wanita Lebih Rentan Merasa Sedih Saat Musim Dingin Tiba? Ini Penjelasan Lengkap dari Sisi Psikologi, Biologi, dan Gaya Hidup

Musim dingin sering kali memicu perasaan sedih dan kehilangan motivasi, terutama pada wanita. Freepik - Image

Musim dingin sering kali memicu perasaan sedih dan kehilangan motivasi, terutama pada wanita. Freepik

JawaPos.com - Ketika suhu mulai turun dan hari-hari semakin pendek, banyak orang mengalami perubahan suasana hati. 

Namun, wanita secara signifikan lebih rentan terhadap perasaan sedih atau bahkan depresi musiman. Apa penyebab di balik kecenderungan ini? 

Dilansir dari laman Your Tango, artikel ini akan mengulas berbagai faktor dari sisi sains, hormon, dan gaya hidup yang menjelaskan fenomena ini, serta memberikan strategi praktis untuk menjaga kesehatan mental di musim dingin.

1. Mengenal Seasonal Affective Disorder (SAD)

SAD adalah bentuk depresi yang dipicu oleh perubahan musim, terutama saat musim dingin. Gejalanya meliputi:

  • Kesedihan berkepanjangan

  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasa disukai

  • Kesulitan bangun pagi

  • Kelelahan

  • Nafsu makan meningkat (terutama pada makanan tinggi karbohidrat)

  • Menurut penelitian, wanita memiliki kemungkinan hingga 50% lebih besar mengalami gejala SAD dibandingkan pria. Mengapa?

    2. Perbedaan Biologis dan Hormon

    a. Fluktuasi Hormon Estrogen dan Progesteron

    Wanita mengalami perubahan hormonal yang lebih kompleks dibanding pria. Estrogen dan progesteron dapat memengaruhi neurotransmitter di otak, seperti serotonin dan dopamin, yang bertanggung jawab atas suasana hati dan kebahagiaan. Saat hormon-hormon ini turun — misalnya menjelang menstruasi atau menopause — maka sensitivitas terhadap SAD meningkat.

    b. Sensitivitas Terhadap Cahaya

    Studi menunjukkan bahwa wanita lebih sensitif terhadap kurangnya paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari yang rendah menyebabkan produksi melatonin (hormon tidur) meningkat dan serotonin (hormon suasana hati) menurun, membuat wanita lebih mudah merasa lesu dan sedih.

    3. Dampak Psikologis dan Sosial

    a. Tuntutan Sosial dan Peran Ganda

    Wanita sering kali memiliki tanggung jawab ganda — baik sebagai pekerja maupun pengasuh keluarga. Saat musim dingin tiba, meningkatnya tekanan sosial dan menurunnya energi membuat mereka lebih rentan mengalami stres dan kelelahan emosional.

    b. Ekspektasi Penampilan dan Body Image

    Musim dingin juga dikaitkan dengan meningkatnya kekhawatiran akan penampilan. Ketika lebih sulit berolahraga atau mengatur pola makan, wanita kerap merasa frustrasi dengan perubahan berat badan, yang berkontribusi pada suasana hati negatif.

    4. Makanan dan Pola Makan Emosional

    Menurut studi, sekitar 33% wanita merespons perubahan suasana hati dengan makan berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan karbohidrat. Ini menciptakan siklus emosional:

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore