Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 08.14 WIB

7 Alasan Tatapan Kosong Gen Z Jadi Fenomena Digital yang Mengubah Tren Ekspresi di Media Sosial

Ilustrasi tatapan kosong Gen Z (Freepik) - Image

Ilustrasi tatapan kosong Gen Z (Freepik)

JawaPos.com – Tatapan kosong Gen Z menjadi simbol baru di media sosial karena mencerminkan sikap autentik sekaligus bentuk perlindungan diri emosional.

Tatapan kosong Gen Z adalah ekspresi wajah netral tanpa senyum yang sering digunakan saat berfoto atau membuat konten digital.

Menurut Tara Well, Ph.D., profesor psikologi di Barnard College Universitas Columbia, ekspresi ini mencerminkan pergeseran sikap terhadap visibilitas dan keaslian di dunia digital.

Memahami fenomena ini membantu mengenali perubahan cara generasi muda membentuk citra diri di ruang daring.

Berikut 7 alasan tatapan kosong Gen Z jadi fenomena digital yang mengubah tren ekspresi di media sosial dilansir dari laman Psychology Today, Kamis (14/8):

1. Bentuk Perlindungan Diri Emosional

Ekspresi wajah netral membantu menghindari penghakiman berlebihan di ruang digital. Tatapan datar mengirim sinyal bahwa individu memegang kendali atas emosi saat tampil di media sosial.

Gaya ini juga menjadi perisai dari eksposur berlebihan yang sering membuat interaksi daring terasa melelahkan. Tips praktisnya, gunakan ekspresi netral saat membagikan konten pribadi untuk mempertahankan rasa aman emosional.

2. Penolakan Positivisme Performatif

Gen Z cenderung menolak budaya "senyum wajib" yang populer pada generasi sebelumnya. Mereka lebih memilih menampilkan citra autentik, bahkan jika terlihat datar atau tidak terkesan.

Sikap ini menjadi bentuk kritik terhadap estetika media sosial yang terlalu dipoles. Cara menerapkannya adalah dengan membagikan momen tanpa filter berlebihan untuk menekankan keaslian.

3. Respon terhadap Kejenuhan Digital

Paparan konten visual tanpa henti membuat ekspresi emosional menjadi lebih terkendali. Tatapan kosong dapat menjadi tanda kejenuhan dan desensitisasi terhadap rangsangan visual.

Ekspresi ini mengekspresikan pesan "sudah pernah melihat semuanya". Untuk menghindari kelelahan digital, batasi konsumsi konten dan beri waktu jeda dari layar.

4. Bagian dari Estetika Perlawanan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore