Ilustrasi, gaya berpakaian masing-masing. Freepik/ freepik.
JawaPos.com – Pernahkah Anda menebak sifat seseorang hanya dari pakaian yang dikenakannya? Ternyata, hal itu bukan sekadar tebakan tanpa dasar.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya berpakaian bisa menjadi indikator kepribadian seseorang.
Dari pilihan warna, potongan busana, hingga aksesori yang dikenakan, semua memberi petunjuk tentang siapa kita sebenarnya.
Menurut studi yang dipublikasikan di ResearchGate (2021), terdapat hubungan signifikan antara kepribadian dengan gaya berpakaian.
Misalnya, individu ekstrovert cenderung memilih pakaian berwarna cerah dan penuh motif, sedangkan introvert lebih menyukai warna netral dan desain sederhana. Pakaian, dalam hal ini, menjadi bentuk komunikasi nonverbal yang merepresentasikan karakter seseorang.
Fashion Sebagai Ekspresi Diri
Artikel Expression of Personality Through Dressing (2021) menyebutkan bahwa gaya berpakaian berfungsi sebagai medium ekspresi diri. Orang yang kreatif biasanya tampil dengan kombinasi busana unik, sementara pribadi perfeksionis lebih memilih outfit rapi dan detail yang presisi. Fashion tidak hanya melindungi tubuh, melainkan juga mengirim pesan sosial.
Binus International (2021) menambahkan bahwa tren “style personality” semakin populer di kalangan anak muda. Konsep ini menekankan bahwa setiap orang memiliki gaya khas yang selaras dengan kepribadiannya, seperti “classic”, “romantic”, “dramatic”, hingga “natural”.
Apa Kata Penelitian Psikologi?
Sebuah artikel di Journal of Fashion and Personality menegaskan bahwa pakaian dapat memengaruhi cara seseorang dipersepsikan orang lain. Misalnya, busana formal sering dikaitkan dengan kepribadian profesional dan tegas, sementara gaya kasual dipersepsikan lebih santai dan ramah.
Penelitian yang diunggah di PMC (2023) juga menunjukkan bahwa orang yang mengenakan pakaian tertentu dapat merasakan efek psikologis dari busana itu sendiri. Fenomena ini disebut enclothed cognition, di mana pakaian memengaruhi kepercayaan diri, performa kerja, hingga interaksi sosial.
Ambil contoh mereka yang gemar mengenakan pakaian sporty. Biasanya, tipe ini dikenal aktif, energik, dan menyukai tantangan. Sementara pecinta busana minimalis dengan warna monokrom sering dipandang elegan dan rasional. Bahkan, tren core fashion yang viral di media sosial, seperti soft girl, dark academia, hingga streetwear juga merefleksikan pola pikir serta preferensi hidup penggunanya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
