ILustrasi pria yang mengalami stres
JawaPos.com – Pernahkah Anda merasa lebih tenang saat berada di ruang hijau terbuka dibandingkan di jalanan yang bising?
Fenomena ini bukan sekadar perasaan, melainkan bukti nyata bahwa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap psikologis seseorang.
Apa pengaruh lingkungan terhadap psikologis seseorang?
Baca Juga: Dark Psychology: Kenali 5 Taktik Manipulasi Psikologis yang Bisa Bikin Hubungan Jadi Toxic
Menurut laporan Verywell Mind (2023), kondisi lingkungan seperti kebersihan, keteraturan, serta akses terhadap ruang hijau dapat meningkatkan kesehatan mental. Sebaliknya, lingkungan yang penuh kebisingan, polusi, atau minim dukungan sosial cenderung memicu stres, depresi, dan kecemasan. Lingkungan juga memengaruhi bagaimana seseorang membangun kepercayaan diri serta pola interaksi sehari-hari.
Siapa yang paling terdampak oleh kondisi lingkungan?
Penelitian dalam Journal of Environmental Health and Social Sciences (2023) menjelaskan bahwa anak-anak dan remaja merupakan kelompok paling rentan. Mereka masih dalam tahap perkembangan psikologis sehingga kondisi rumah tangga, sekolah, dan komunitas sangat berpengaruh pada pembentukan karakter. Namun, orang dewasa juga tidak luput dari dampaknya. Studi dari PMC (2011) menemukan bahwa pekerja yang berada di lingkungan kerja penuh tekanan berisiko lebih tinggi mengalami burnout dan gangguan kecemasan.
Di mana saja pengaruh lingkungan bisa terlihat nyata?
Dampaknya bisa terlihat dalam berbagai aspek kehidupan. Lingkungan rumah, misalnya, dapat memengaruhi kestabilan emosi. Rumah yang penuh konflik sering kali memicu rasa tidak aman. Sementara itu, sekolah dan tempat kerja menjadi arena sosial yang menentukan rasa percaya diri, motivasi, dan hubungan interpersonal. Lingkungan sosial yang sehat akan menumbuhkan rasa percaya dan solidaritas, sebaliknya lingkungan toksik cenderung melahirkan isolasi sosial.
Kapan pengaruh ini mulai terbentuk?
Psikolog menegaskan bahwa pengaruh lingkungan sudah terasa sejak usia dini. Journal of Pedagogy and Early Childhood Development (2022) menyebutkan bahwa pengalaman masa kecil sangat menentukan pola pikir dan kepribadian seseorang di masa dewasa. Anak yang tumbuh di lingkungan suportif lebih mampu mengelola emosi, sedangkan yang hidup di lingkungan penuh tekanan berisiko mengalami gangguan kecemasan hingga trauma jangka panjang.
Mengapa lingkungan bisa begitu memengaruhi kondisi psikologis?

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
