Ilustrasi seseorang yang depresi dan trauma. (Freepik)
JawaPos.com – Tidak semua orang terbiasa mengekspresikan perasaannya secara terbuka. Sebagian memilih untuk memendam amarah, kesedihan, maupun kekecewaan dengan alasan tidak ingin terlihat lemah atau membebani orang lain.
Namun, para ahli psikologi menegaskan bahwa kebiasaan menekan emosi dalam jangka panjang justru dapat berdampak serius pada kesehatan mental maupun fisik.
Menurut Psychology Today (2022), memendam emosi atau emotional suppression adalah strategi menghindari ekspresi perasaan secara sadar.
Seseorang yang menahan tangis saat sedih, atau berpura-pura baik-baik saja ketika marah, termasuk dalam praktik ini.
Meski terlihat sederhana, penekanan emosi bukanlah solusi jangka panjang, melainkan bentuk mekanisme pertahanan diri yang berisiko merugikan.
Mengapa Memendam Emosi Berbahaya?
Baca Juga: Ciri-Ciri Depresi Ringan yang Sering Dianggap Remeh, Ahli Psikologi Ingatkan Dampak Jika Dibiarkan
Penelitian yang dipublikasikan di PubMed (2023) menemukan bahwa individu yang terbiasa memendam emosi memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan, depresi, hingga gangguan psikosomatis.
Tekanan emosional yang tidak tersalurkan akan memicu stres kronis, yang berdampak pada hormon, sistem imun, hingga kesehatan jantung.
Studi lain dari Journal of Personality and Social Psychology (Peters, 2014) menunjukkan bahwa menekan emosi dapat mengurangi kemampuan kognitif seseorang dalam mengambil keputusan.
Emosi yang tidak diproses dengan baik membuat individu kesulitan fokus, mudah tersinggung, dan cenderung melakukan kesalahan.
Siapa yang Paling Rentan Memendam Emosi?
Fenomena ini banyak ditemukan pada budaya yang menganggap ekspresi emosi sebagai kelemahan. Di Indonesia, misalnya, norma sosial masih menuntut laki-laki untuk selalu terlihat kuat dan perempuan untuk menjaga sikap tenang.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
