
Ilustrasi orang malas di tengah waktu bekerja (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu bertekad bangun pagi untuk menyelesaikan setumpuk deadline, tapi akhirnya malah tetap rebahan scrolling media sosial? Atau sudah berencana untuk pergi ke suatu tempat, tapi ketika waktunya semakin dekat rasanya sudah capek duluan? Nah, rasa malas memang sering jadi musuh tak kasat mata yang bikin rencana berantakan.
Rasa malas bukan hanya soal enggan bergerak, tetapi juga tentang konflik yang terjadi dalam pikiran kita. Di satu sisi, kita tahu apa yang harus dilakukan. Namun di sisi lain, ada dorongan kuat untuk menunda. Fenomena ini bukan semata kelemahan pribadi, melainkan reaksi psikologis yang bisa dipahami dan diatasi.
Dilansir dari laman verywellmind.com, tercatat ada sekitar 20-25% orang dewasa yang terdampak rasa malas berlebih. Penelitian ini juga menemukan bahwa rasa malas berkaitan dengan sejumlah masalah dalam kesehatan mental seperti anxiety, depresi, stress, hingga ADHD. Hal ini tentu memengaruhi produktivitas keseharian seseorang. Jika dibiarkan, bahkan bisa sampai mengekor ke masalah finansial.
Melansir dari time.com, psikolog menjelaskan bahwa ada empat faktor utama yang mendorong seseorang untuk menunda pekerjaan dan menuruti rasa malas yang hadir.
Namun, jangan khawatir karena rasa malas tetap bisa dilawan dengan sejumlah trik berikut:
1. Tetapkan Tujuan yang Jelas dan Realistis
Cari tahu dulu di mana sumber kemalasan berasal. Selanjutnya, teguhkan prinsip untuk berubah sambil menyusun tujuan baru yang jelas dan realistis untuk dicapai. Mempunyai tujuan yang jelas bisa menjadi penyemangat untuk terus produktif setiap harinya.
2. Sesuaikan Jadwal dengan Ritme Produktivitas
Atur waktu secara terstruktur untuk menyelesaikan tugas dan menjaga keseimbangan antara kerja dan istirahat. Untuk tugas yang membosankan atau sulit, gunakan timer selama 5–30 menit kerja, lalu rehat singkat, dan ulangi lagi. Selain itu, pahami ritme produktivitasmu, apakah lebih senang bekerja di pagi, siang, sore, ataupun malam hari.
3. Kurangi Sikap Perfeksionis
Merasa harus menyelesaikan sesuatu secara sempurna sering kali justru menunda tindakan. Cobalah untuk menerima kesalahan sebagai bagian dari proses. Perlakukan diri sendiri sebaik mungkin dengan tahu kapabilitas masing-masing, dan tidak terlalu memaksakan. Rayakan dengan hal-hal kecil setelah selesai mencapai tujuan sebagai bentuk apresiasi.
4. Buat Pekerjaan Menjadi Lebih Asik
Misalnya, kamu bisa mengerjakan tugas sambil mendengar musik atau podcast favoritmu. Atau misalnya saat olahraga kamu bisa ajak orang-orang tersayang agar semakin seru. Menonton 2 episode terakhir serial yang dinanti-nanti sebagai reward setelah melakukan sesuatu juga bisa jadi opsi yang menarik!
5. Set Deadlines dan Kurangi Distraksi
Tentukan batas waktu tiap-tiap pekerjaan yang dilakukan. Hal ini bisa membuatmu jauh lebih disiplin dan melatih diri untuk berorientasi pada waktu. Dalam prosesnya, kurangi distraksi atau gangguan misalnya dengan mengaktifkan fitur ‘jangan ganggu’ di smartphone.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
